Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Pemkot Malang: Penyaluran Pupuk Subsidi Dipastikan Sesuai RDKK

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 18:10 WIB | Oleh:
Pemkot Malang: Penyaluran Pupuk Subsidi Dipastikan Sesuai RDKK Doc: ANTARA/Ananto Pradana
Ket. Ilustrasi: Areal persawahan yang ada di wilayah Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Jawa Timur.

MALANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan penyaluran pupuk bersubsidi telah sesuai dengan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diajukan oleh para petani melalui sistem e-RDKK.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang Slamet Husnan di Kota Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan usulan melalui e-RDKK diajukan setiap tahun dan realisasinya dilakukan pada periode selanjutnya.

"Berdasarkan usulan pada 2024 pupuk subsidinya meliputi 501 ton urea dan 657 ton nitrogen, fosfor dan kalium (NPK), sudah sesuai itu," kata Slamet.

Sesuai pengajuannya, maka pupuk subsidi itu diperuntukkan bagi 2.000-an petani yang ada di Kota Malang.

"Kami selalu melibatkan kelompok tani dan penyuluh pertanian saat menyusun usulan," ujar dia.

Penyaluran pupuk subsidi disebutnya sebagai salah satu langkah Pemkot Malang dalam meningkatkan hasil produksi pertanian, salah satunya pada komoditas padi/beras.

"Tahun ini kami juga menyalurkan 5 ribu bibit padi, alat pertanian, jaring pelindung bulir padi dan racun tikus," ujarnya.

Tercatat, lahan pertanian di Kota Malang per tahun ini seluas 985 hektare dan 788 hektare di antaranya merupakan persawahan yang aktif ditanami padi.

Slamet menjelaskan setiap tahun Kota Malang mampu menghasilkan panen padi sebanyak 15 ribu ton. Namun, jumlah itu baru mampu mencukupi 37 persen kebutuhan konsumsi lokal.

"Sementara kebutuhan beras masyarakat Kota Malang itu 40 ribu ton per tahun," ucap dia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Malang, jumlah luas lahan persawahan yang aktif ditanam padi pada 2025 mengalami penurunan ketimbang periode 2024 yang mencapai 1.610,91 hektare.

Namun, jumlah produksi beras pada 2025 yang mencapai 15 ribu ton per tahun mengalami kenaikan dari periode 2024 yang total sejumlah 6060,97 ton.

Oleh karena itu, agar tetap mampu memenuhi kebutuhan konsumsi beras, Pemkot Malang mengandalkan distribusi dari Perum Bulog hingga memperkuat kerja sama dengan daerah penghasil komoditas itu.

"Biasanya dengan Kabupaten Malang, Kediri, Situbondo, Lumajang dan Blitar. Untuk stok beras di Bulog masih mencukupi, karena mereka harus membeli gabah dari petani dengan plafon anggaran Rp6.500 per kilogram," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
Advertisement
jjroyal-luwak
pasang iklan di koran jakarta

Popularitas PM Jepang Takaichi Makin Menurun

16 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Popularitas PM Jepang Takai...
Olahraga
Marc Klok Berharap Bisa Pen...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

Rumor Kim Jong-un Meninggal karena Perdarahan Otak di Beijing Memanas, Muncul Foto Hadir di Pameran - Adiknya Diklaim Rebut Kekuasaan dan 9.000 Tentara Tiongkok Dikirim ke Korut

20 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.