Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Pasaman Bentuk 62 Koperasi Desa Merah Putih

📅 Rabu, 04 Jun 2025, 17:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Pasaman Bentuk 62 Koperasi Desa Merah Putih Doc: Antara
Ket. Musyawarah nagari khusus pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman beberapa waktu lalu.

Pasaman, Sumbar - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, menyatakan sampai saat ini sudah terbentuk sebanyak 62 Koperasi Desa Merah Putih yang tersebar di tiap nagari (desa) yang ada di daerah itu.

Kepala Bidang Koperasi Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Pasaman Eli Sunarti di Lubuk Sikaping, Rabu (4/6), mengatakan bahwa puluhan Kopdes Merah Putih itu saat ini tengah dalam penyelesaian pengurusan badan hukum di notaris setempat.

"Sebanyak 62 Kopdes Merah Putih di Pasaman sudah terbentuk 100 persen per tanggal 28 Mei 2025. Saat ini para pengurus tengah menyelesaikan pengurusan badan hukum di notaris," terang Eli Sunarti.

Ia mengatakan potensi usaha yang bakal digarap oleh masing-masing koperasi bervariasi sesuai potensi di nagari yang bersangkutan.

"Pengurus akan mengelola usaha sesuai potensi di nagari. Masing-masing berupa sembako, simpan pinjam, apotek, klinik desa, sewa gudang logistik dan potensi daerah maupun kearifan lokal lainnya," katanya.

Ia juga menyampaikan gambaran umum daerah Pasaman merupakan daerah sentral pertanian dan perikanan.

"Ini tentu bisa dimanfaatkan sesuai potensi besar sektor pertanian dan perikanan di Pasaman. Kemudian sektor ayam petelur (broiler) juga bisa digarap," katanya.

Pemerintah, kata dia, membentuk Koperasi Merah Putih untuk menggerakkan ekonomi dari akar rumput sesuai potensi-potensi yang ada di masing-masing nagari.

"Program ini bukan sekadar proyek administratif, melainkan strategi jangka panjang untuk membangkitkan potensi ekonomi lokal. Melalui koperasi, pemerintah ingin menciptakan pusat-pusat aktivitas ekonomi Nagari (desa)," tambahnya.

Koperasi merah putih di nagari diharapkan mampu mengelola distribusi hasil pertanian, menyediakan bahan kebutuhan pokok, layanan kesehatan dasar, hingga akses permodalan melalui sistem simpan pinjam yang transparan dan terjangkau.

"Dengan sistem keuangan yang dikontrol oleh warga sendiri, pemerintah juga berharap lahir kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan yang kuat di tingkat desa, sekaligus mempersempit jurang kemiskinan yang telah lama mengakar," katanya.

Ia juga mengatakan di samping Koperasi Desa Merah Putih, jumlah koperasi di Pasaman saat ini sebanyak 239 buah.

"Koperasi aktif sebanyak 60 buah dan koperasi tidak aktif sebanyak 179 sehingga totalnya sampai saat ini sebanyak 239 buah. Namun berdasarkan data tahun lalu hanya 40 buah yang melaksanakan rapat anggota tahunan" katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.