Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Kampung Nelayan Merah Putih: Mimpi dan Harapan Pemuda Pesisir Indonesia

29 Rabu, 04 Jun 2025, 10:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kampung Nelayan Merah Putih: Mimpi dan Harapan Pemuda Pesisir Indonesia Kampung Nelayan Merah Putih: Mimpi dan Harapan Pemuda Pesisir Indonesia Doc: Istimewa
Ket. Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), sebuah simbol harapan dan perubahan bagi pemuda pesisir Indonesia. Inisiatif lokal ini membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah melalui pemberdayaan, pendidikan, dan solidaritas masyarakat nelayan.

Kesatuan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pesisir Indonesia (KPPMPI) menyambut baik terhadap program strategis pemerintah bertajuk Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai penguatan dan kelanjutan dari Program Kampung Nelayan Modern dan Kampung Perikanan Budidaya guna mengubah citra kawasan nelayan dan pembudidaya dari yang kumuh menjadi produktif dan berdaya saing. 

Meskipun demikian, KPPMPI berharap dalam praktiknya mengedepankan kebutuhan masyarakat pesisir ketimbang keinginan pemerintah. Program KNMP tidak mungkin berjalan dengan penyeragaman pembangunannya secara nasional, mengingat keberagaman antara satu daerah dengan daerah pesisir lainnya. Oleh karena itu, menurut Ketua Umum KPPMPI, Hendra Wiguna, KNMP harus menerapkan pembangunan inklusif. 

“Mimpi pemuda pesisir KNMP ini mampu meningkatkan kemampuan atau keterampilan pemuda pesisir. Pemuda pesisir harus ditempatkan sebagai potensi untuk mencapai kesuksesan KNMP, sehingga yang dikatakan sebagai bonus demografi itu benar adanya. Maka dari itu, ruang-ruang pendidikan baik formal maupun non formal untuk pemuda harus menjadi bagian dari KNMP.” Terang Hendra

Menurut Hendra, pemuda pesisir yang terampil dapat berperan nantinya dalam memperkuat hilirisasi perikanan. Utamanya dalam rantai pengolahan atau penambahan nilai serta distribusi produk. Sehingga dengan begitu akan memperkuat ekonomi perikanan, yang mana saat ini acap kali bergulat dengan persoalan penyerapan hasil dan harga produk. Maka dengan begitu tentunya akan membuka lapangan pekerjaan di kampung pesisir.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan, potensi ini akan menyerap juga tenaga kerja di perkotaan. Jadi yang semula pemuda pesisir ke kota, dikemudian hari pemuda kota yang migrasi ke pesisir untuk mencari penghidupan.” Ujar Hendra

Lanjut Hendra, tidak terbatas hanya soal pra dan pasca produksi semata, pemuda pesisir juga dapat dibekali dengan kemampuan pendukung industri perikanan. Misalnya diberikan keterampilan membuat kapal perikanan dari fiber, tempat workshop-nya dapat dibangun di KNMP. Sehingga akan menjawab persoalan pembuatan kapal perikanan, yang saat ini sulit dilakukan atau harganya terbilang mahal. Karena mulai langkanya kayu sebagai bahan baku utama, kalaupun ada kualitasnya terbilang belum layak untuk dijadikan kapal perikanan yang berkualitas.

“Stigma kapal fiber mudah pecah dan sulitnya menemukan bengkel kapal tersebut, akan terjawab oleh KNMP bilamana pemuda pesisir dibekali kemampuan untuk mampu membuat kapal fiber di kampungnya.” Terang Hendra

Pendidikan bagi pemuda pesisir menjadi modal utama untuk memastikan keberlanjutan KNMP. Tanpa diberikan pendidikan kepada pemuda pesisir, tidak ada jaminan program ini akan berdampak dan berkelanjutan. Maka dari itu, Hendra berharap akses pendidikan harus diutamakan untuk mendukung KNMP.

“Perlu adanya alokasi khusus pendidikan dari anggaran KNMP, untuk meningkatkan SDM menunjang program KNMP. Sehingga akan terbangun SDM unggul di pesisir yang siap terlibat dalam Program KNMP. Misalnya dalam konteks Koperasi Desa Merah Putih yang terbangun nantinya benar-benar mensejahterakan dan berkelanjutan, tidak kemudian diberikan dan habis dibagi-bagi dananya tanpa capaian keberhasilan. Kuncinya tentu selain manusia yang amanah, juga SDM yang terdidik” Tegas Hendra

KPPMPI bermimpi kampung nelayan ini kembali makmur dan memakmurkan, menjadi pusat perdagangan dan peradaban. Pemuda Pesisir mendapatkan pendidikan dan penghidupan dari dan untuk laut serta pesisir. Oleh karena itu, pusat pendidikan dan atau agenda pendidikan penting dihadirkan di kampung-kampung pesisir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Wali Kota Bandung Ajak Pemuda Peduli Masyarakat

57 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Wali Kota Bandung Ajak Pemu...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

Pengamat: Regenerasi Petani Jadi Tantangan Akibat Minat Anak Muda Rendah

29 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.