Gubernur Jatim: Tata Kelola Masjidil Haram Semakin Baik dan Terorganisir

Rabu, 04 Jun 2025, 12:05 WIB

Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menilai tata kelola Masjidil Haram pada musim haji tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya, sehingga memberikan kenyamanan dan kekhusyukan lebih bagi jamaah dalam menjalankan ibadah.

Khofifah yang sedang menunaikan ibadah haji atas undangan Khadimul Haramain Asy Syarifain, Raja Salman bin Abdul Aziz Al Saud, menyampaikan kesan tersebut usai menjalani serangkaian ibadah di Masjidil Haram bersama 40 orang undangan dari Indonesia dan delegasi dari 140 negara.

Ket. Foto: Gubernur Jawa Timur menyampaikan apresiasi terhadap peningkatan tata kelola Masjidil Haram yang semakin baik, modern, dan terorganisir. Pelayanan jamaah haji dinilai semakin optimal. — Sumber: Antara Foto

“Alhamdulillah, proses ibadah di Masjidil Haram tahun ini terasa jauh lebih nyaman dan khusyuk. Regulasi jamaah yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi semakin baik, sehingga sirkulasi jamaah menjadi lebih lancar,” kata Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Rabu.

Menurut dia, sejumlah pintu masuk dan keluar Masjidil Haram kini dibuka lebih banyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut sangat membantu mobilitas jamaah dan mengurangi antrean maupun kepadatan saat keluar dan masuk area masjid.

“Dulu seringkali kami harus memutar cukup jauh karena banyak pintu yang ditutup tanpa kepastian. Tahun ini relatif lebih longgar, jalan dan pintu dibuka lebih banyak. Kondisi ini membuat jamaah bisa lebih khusyuk,” ujarnya.

Khofifah juga menilai petugas keamanan (askar) yang berjaga di titik-titik strategis tampak lebih ramah dan komunikatif dalam mengatur pergerakan jamaah, sehingga suasana ibadah menjadi lebih tertib dan tidak menimbulkan ketegangan.

Ia menegaskan pengalamannya ini bukan semata karena statusnya sebagai jamaah undangan kerajaan, sebab selama menunaikan umrah dalam rangkaian ibadah haji, dirinya tetap melaksanakan ibadah secara mandiri.

“Saya bisa membedakan dengan pengalaman haji tahun lalu dan saat umrah di bulan Ramadhan. Kali ini jauh lebih nyaman,” katanya.

Lebih lanjut Khofifah mengapresiasi berbagai langkah Pemerintah Arab Saudi dalam meningkatkan kualitas layanan haji, termasuk penyesuaian kebijakan, peningkatan skrining, pengaturan akses jamaah, serta penertiban administrasi dan perizinan ibadah.

“Semua ini merupakan bentuk kesungguhan dalam memberikan pelayanan terbaik kepada dhuyufurrahman dari seluruh dunia,” ujarnya.

Menjelang puncak haji yang akan berlangsung pada Kamis (5/6) bertepatan dengan 9 Dzulhijjah, Khofifah berharap manajemen pergerakan jamaah menuju Arafah, Muzdalifah, Mina (Armuzna), serta pelaksanaan Tawaf Ifadhah dan Nafar Tsani dapat berjalan lancar dan tertib.

“Puncak haji tentu membutuhkan manajemen yang kompleks. Semoga semuanya berjalan lancar dan jemaah bisa menunaikan ibadah dengan khusyuk serta menjadi haji yang mabrur. Untuk yang belum berhaji, semoga segera mendapat panggilan sebagai tamu Allah,” tuturnya.

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Tim Koran Jakarta

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.