Son Heung-min Tak Akan Dipaksakan Tampil Penuh di Kualifikasi Piala Dunia, Fokus pada Pemulihan

Senin, 02 Jun 2025, 15:55 WIB

JAKARTA - Kapten Tim Nasional Korea Selatan, Son Heung-min, dipastikan tidak akan dimainkan secara maksimal dalam dua laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Irak dan Kuwait. Pelatih Hong Myung-bo mengatakan bahwa kondisi kebugaran Son yang belum 100 persen pulih menjadi alasan utama keputusan tersebut.

Korea Selatan saat ini memuncaki Grup B dengan keunggulan tiga poin dan hanya membutuhkan hasil imbang saat menghadapi Irak di Basra pada 5 Juni untuk memastikan tiket ke Piala Dunia ke-11 secara beruntun. Setelah itu, mereka akan menjamu Kuwait di kandang sendiri pada 10 Juni.

Ket. Foto: Kualifikasi AFC - Putaran Ketiga - Grup B - Korea Selatan v Yordania - Stadion Piala Dunia Suwon, Suwon, Korea Selatan. — Sumber: Reuters

“Dia (Son) dan saya belum membahas secara pasti seberapa sering dia akan bermain. Tapi staf dan saya tahu betul semangat dan keinginannya untuk turun ke lapangan,” kata Hong dalam konferensi pers, Senin (27/5).

“Karena kami punya dua pertandingan penting, saya tidak akan memaksanya terlalu keras. Sesampainya di Irak, kami akan tentukan laga mana yang akan jadi fokus utama,” tambahnya.

Son baru saja pulih dari cedera kaki yang membuatnya absen dalam dua bulan terakhir. Ia kembali merumput sebagai pemain cadangan dalam kemenangan Tottenham Hotspur atas Manchester United di final Liga Europa.

Meski kontribusinya di lapangan mungkin akan dibatasi, pelatih Hong menilai kehadiran dan pengalaman Son tetap penting, khususnya dalam pertandingan tandang yang berpotensi berlangsung dalam atmosfer tidak bersahabat.

“Kami akan bermain di lingkungan yang keras di hadapan pendukung tuan rumah yang partisan. Kami butuh pemain berpengalaman untuk menghadapi tekanan seperti ini,” kata Hong, menekankan nilai kepemimpinan Son di luar aspek teknis.

Irak sendiri baru saja menunjuk mantan pelatih timnas Australia, Graham Arnold, sebagai pelatih kepala. Hal ini menambah lapisan tantangan tersendiri bagi Korea Selatan yang akan berusaha mengamankan kelolosan dengan cepat sebelum pertandingan terakhir.

Dengan strategi rotasi dan manajemen beban pemain seperti yang diterapkan pada Son, Korea Selatan tampaknya memilih jalur hati-hati namun cermat demi memastikan tiket ke turnamen sepak bola terbesar dunia tanpa harus mengorbankan kebugaran pemain bintangnya.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.