Pemprov Kampanyekan Kurangi Emisi

Senin, 02 Jun 2025, 01:10 WIB

JAKARTA – Saat ini emisi Jakarta PM 2.5 berasal dari mobilitas sehari-hari warga.Maka, Pemerintah Provinsi Jakarta mengajak warga untuk mengurangi polusi udara melalui perubahan mobilisasi yang bersih dan ramah lingkungan. Pemprov menggulirkan kampanye #GerakLebihBersih.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, Asep Kuswanto di Jakarta, Minggu, mengatakan, tingginya emisi PM 2.5 berasal dari mobilitas sehari-hari. “Kampanye ini menjadi langkah konkret dalam mendorong perilaku yang lebih ramah lingkungan,” tutur Asep.

Ket. Foto: Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menantang warga untuk mengurangi polusi udara melalui perubahan mobilisasi yang bersih dan ramah lingkungan yakni kampanye #GerakLebihBersih. — Sumber: ANTARA/HO-DLH DKI Jakarta

PM 2.5 adalah partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 um (mikrometer). Partikel ini apabila terhirup tidak dapat disaring dalam sistem pernapasan bagian atas dan akan menembus bagian terdalam paru- paru.

Menurutnya, kampanye ini membiasakan warga menggunakan transportasi umum, berjalan kaki maupun bersepeda. Sedang warga komuter yang beraktivitas di Jakarta menggunakan transportasi umum.

Aktivasi tersebut selaras dengan Instruksi Gubernur Jakarta Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penggunaan Angkutan Umum Massal bagi Pegawai di Lingkungan Pemerintah Provinsi Jakarta setiap hari Rabu. Kampanye yang berlangsung selama 14 hari mulai 7 Juni hingga 20 Juni ini berkolaborasi dengan “Clean Air Asia” (CAA) dan “Breathe Jakarta.” Kampanye juga dalam rangka menyambut puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup (HLH) di Jakarta tahun 2025.

Warga Jakarta yang ingin mengikuti tantangan ini dapat mendaftar melalui laman (website) udarakitabersih.id menggunakan email pribadi. Setelah itu mengisi formulir harian berisi data jenis kendaraan yang digunakan, jenis bahan bakar, dan jarak tempuh. Selanjutnya, mengunggah bukti berupa foto atau tangkapan layar jarak tempuh di peta.

“Peserta yang menggunakan sepeda atau berjalan kaki pun bisa ikut serta. Pastikan fitur save timeline di maps aktif sebagai bukti perjalanan, sehingga dapat dihitung estimasi PM 2.5 dari aktivitas mobilitas selama kampanye berlangsung,” kata Asep.

Pemenang tantangan ini akan dibagi menjadi empat kategori: Pejuang Emisi Rendah Teraktif. Ini diberikan kepada peserta dengan jejak emisi PM 2.5 paling rendah dan frekuensi terbanyak selama 14 hari.

Kemudian, Pengguna Transportasi Umum Teraktif untuk peserta yang konsisten menggunakan transportasi umum dalam aktivitas sehari-hari.

Kategori selanjutnya, Paling Konsisten Nolemisi bagi peserta yang paling konsisten menerapkan gaya hidup zero emission selama periode tantangan (challenge) menghindari kendaraan bermotor sepenuhnya.

Kategori terakhir, ASN Pejuang Gerakan Hijau Teraktif diberikan untuk peserta kategori ASN yang paling konsisten submit setelah adanya instruksi Gubernur Jakarta dalam penggunaan angkutan umum massal.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.