Keaslian dan Keunikan Badui Menjadi Daya Tarik Piknik Saat Libur Panjang

Jumat, 30 Mei 2025, 13:43 WIB

LEBAK – Sekarang orang kembali ke alam. Tak heran, wisatawan dari berbagai daerah di Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Jakarta memadati permukiman masyarakat Badui untuk mengisi libur panjang memperingati Kenaikan Yesus Kristus 2025 mencari yang alami.

Kami hari Kamis (25/5) mencatat wisatawan atau saba budaya Badui yang datang ke sini sekitar 1.200 orang. “Namun hari ini belum dilakukan pendataan," kata Sekretaris Desa Kanekes Kabupaten Lebak Medi saat dihubungi di Rangkasbitung, Lebak, Jumat.

Ket. Foto: piknik ke badui — Sumber: ist

Pengunjung saba budaya Badui dipastikan selama hari libur panjang padat untuk menikmati panorama alam masyarakat adat di wilayah tersebut.

Mereka berjalan kaki menggunakan tongkat melintasi kawasan hutan Badui dengan topografi alamnya berupa pegunungan dan perbukitan. 

Kebanyakan pengunjung saba budaya Badui itu berjalan kaki dari Kampung Kadu Ketug Ciboleger menuju jembatan Gajeboh kurang lebih 2,5 kilometer, namun perjalanan cukup melelahkan.

Selain itu juga pengunjung dari Kadu Ketug Ciboleger menuju Badui Dalam kurang lebih 30 kilometer hingga ditempuh selama 5 jam.

"Kami berharap pengunjung saba budaya Badui itu mematuhi aturan dan tidak boleh melakukan buang sampah sembarangan," kata Medi.

Menurut dia, masyarakat Badui berpenduduk 16.500 kepala keluarga yang tersebar di 68 perkampungan masih mempertahankan adat untuk menjaga hutan agar tidak menimbulkan kerusakan.

Sebab, menjaga hutan merupakan bagian kewajiban untuk mematuhi leluhur nenek moyang agar tidak rusak dari eksploitasi pertambangan maupun penebangan pohon.

Konsep masyarakat Badui itu menjaga alam untuk melindungi manusia dari ancaman bencana alam.

"Kami minta pengunjung saba budaya Badui dari luar daerah agar tidak membuang sampah sembarangan dan tidak boleh memangkas pohon serta berenang di Sungai Ciujung," katanya.

Seorang warga Tangerang, Sudarmono (45) mengatakan dirinya bersama keluarga mengunjungi permukiman Badui untuk berjalan kaki menuju jembatan Gajeboh sepanjang 10 meter begitu kokoh dan kuat, meski dilintasi puluhan orang tanpa roboh.

Padahal, jembatan Gajeboh kekuatannya hanya menggunakan tali dari pohon aren. "Kami mengunjungi saba budaya Badui itu, selain olahraga juga bisa bersilaturahmi bersama warga Badui," katanya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

Pemprov NTT Percepat Perbaikan Infrastruktur Terdampak Gempa M7,7

Pemerintah Kota Batam Siapkan Subpenyalur BBM Nelayan di Pulau Rempang

Permudah Akses BBM Subsidi, Pemkot Batam Siap Bangun SPBU untuk Nelayan di Pulau Rempang

Harga Daging Ayam Ras di Dua Kabupaten di Riau di Atas Rp40.000/Kg

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.