Pengelola: Borobudur Jadi Sorotan Dunia, Macron Datang Bawa 100 Wartawan Asing

Rabu, 28 Mei 2025, 16:25 WIB

MAGELANG — Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur, Rabu (29/5), diakui sebagai momen bersejarah bagi situs warisan dunia tersebut. Untuk pertama kalinya, dua kepala negara — Macron dan Presiden RI Prabowo Subianto — dijadwalkan hadir bersama dalam seremoni resmi di puncak candi.

“Ini adalah momen yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tegas Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), Maya Watono, dalam keterangannya di Taman Aksobya, Selasa (27/5).

Ket. Foto: — Sumber: Dok. Kemenhan RI

Macron tak datang sendiri. Ia membawa rombongan besar, termasuk 100 wartawan asing dari berbagai media internasional. Menurut Maya, hal ini akan memberikan dampak besar terhadap sorotan global terhadap Borobudur. “Akhirnya dunia bisa melihat lagi keindahan dan keajaiban Borobudur,” ujarnya.

Maya menegaskan bahwa Borobudur, sebagai mandala terbesar di dunia, layak diangkat sebagai destinasi spiritual kelas dunia, setara dengan pusat-pusat ziarah internasional lain.

Berbeda dari Kunjungan Kepala Negara Sebelumnya

Kunjungan Macron ini dinilai berbeda dari lawatan kepala negara asing sebelumnya. Pada 2023, Kaisar Jepang Naruhito berkunjung ke Borobudur dalam agenda privat tanpa liputan media. Sedangkan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier pada 2022 hadir dalam rangka kerja sama konservasi tanpa didampingi presiden Indonesia.

“Kalau sekarang, dua kepala negara hadir bersama, diliput oleh 100 wartawan asing, dan disiarkan ke seluruh dunia. Ini betul-betul unprecedented,” kata Maya.

Selain kunjungan ke candi, momentum ini akan dimanfaatkan untuk menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Indonesia dan Prancis dalam bidang budaya dan ekonomi kreatif. InJourney menyebut kerja sama ini mencakup program residensi seniman, pertukaran budaya, serta dukungan Prancis terhadap berbagai program kebudayaan di kawasan Borobudur.

Tak hanya soal diplomasi dan citra, kunjungan ini juga diproyeksikan memberikan dampak langsung ke masyarakat. Saat perayaan Waisak pada awal Mei 2025 lalu, Borobudur mencatatkan lonjakan kunjungan hingga 100 ribu orang dalam empat hari, atau naik 25 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut Maya, geliat ekonomi lokal terasa nyata. UMKM dan penyedia jasa wisata di sekitar Magelang mengalami peningkatan permintaan. “Benefit ini bukan hanya untuk citra Indonesia, tapi juga peluang besar bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya.

Redaktur: Eko S

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.