Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keren, Koperasi Merah Putih sangat Diandalkan untuk atasi Gejolak Harga Pangan di Desa

📅 Rabu, 28 Mei 2025, 09:35 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Keren, Koperasi Merah Putih sangat Diandalkan untuk atasi Gejolak Harga Pangan di Desa Doc: Badan Pangan Nasional
Ket. Kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih besutan Presiden Prabowo Subianto dapat mengatasi gejolak harga pangan di perdesaan.

PALEMBANG-Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) Arief Prasetyo Adi menegaskan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih besutan Presiden Prabowo Subianto dapat mengatasi gejolak harga pangan di perdesaan.

"Melalui saluran Koperasi Merah Putih yang tersebar di desa-desa, nantinya pangan pokok strategis dapat dijual dengan harga lebih terjangkau berbarengan dengan program intervensi pangan dari pemerintah,"ucapnya saat meninjau Koperasi Merah Putih Sukodadi di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (27/5).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan di wilayah perdesaan, masih terdapat pergerakan harga pangan yang dinamis. Misalnya terhadap beras, selama 2024, rerata harga eceran beras di perdesaan sempat meninggi di Maret dengan rata-rata harga 15.821 rupiah per kilogram (kg). Namun mengalami penurunan sampai Desember dengan 15.309 rupiah per kg.

Diketahui, melalui komando Kementerian Koordinator Bidang Pangan, ditargetkan hingga 30 Juni nanti, semua Koperasi Merah Putih sudah selesai terbentuk dan terdaftar."Bapak Presiden Prabowo meminta kita semua agar sudah bisa mulai berlari. Jangan jalan saja. Jadi Koperasi Merah Putih sudah terbentuk 30 Juni dan juga sudah selesai pendaftarannya. Notaris sudah selesai, sehingga per 28 Oktober sudah harus berjalan," terang Arief Prasetyo.

"Paling baik itu menggunakan captive market. Captive market itu bahasa sederhananya pasar yang sudah ada di sini. Misalnya kita jual minyak goreng, pasti kan masyarakat di sini butuh. Lalu gula sampai gas melon juga. Jadi maunya Pak Presiden itu ekonominya berputar di desa, gak kemana-mana," jelas Arief.

Adapun berdasarkan hasil pendataan Potensi Desa (Podes) di 2024 oleh Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat terdapat total 84.276 wilayah administrasi pemerintah setingkat desa. Dengan begitu, target Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebanyak 80.000 telah melingkupi hingga 94 persen dari total desa/kelurahan yang ada di Indonesia.

Infrastruktur Ekonomi

Dalam data BPS juga dilaporkan infrastruktur ekonomi yang telah terbangun di perdesaan semakin berkembang. Salah satunya koperasi. Tercatat sepanjang 2024, total sebanyak 51.505 koperasi sudah pada dengan berbagai bentuk misalnya koperasi unit desa, koperasi simpan pinjam, hingga koperasi industri kecil dan kerajinan rakyat.

"Jadi Koperasi Merah Putih ini memang harusnya buat sama-sama. Jadi potensi yang ada di desa itu apa, itu kita maksimalkan. Kalau gerai sembako, itu sudah pasti. Semua wilayah memerlukan. Semua itu nanti kita sediakan dan tentunya kalau sembako itu kualitasnya baik, harganya baik, pasti jualannya baik," beber Arief.

"Lalu tadi saya di sini melihat jamur tiram. Itu yang harus dijual bukan jamurnya, tapi lebih apa saja manfaat konsumsi jamur tiram. Tapi percayalah kalau kita mulai dari market dahulu, nanti feasibility study untuk pinjaman Koperasi Merah Putih yang Rp 3 miliar per koperasi, bisa lancar. Dengan itu, kita bangun ekosistemnya, bukan individunya," tukas Arief.

Turut hadir dalam kegiatan hari ini antara lain Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan, Wakil Gubernur Sumatera Selatan Cik Ujang, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, dan Deputi Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan NFA I Gusti Ketut Astawa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Arema FC Mengikuti Langkah PSIM, Memecat Pelatih

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Arema FC Mengikuti Langkah ...

Rano karno Buka Jakarta Financial Festival Blok M Square

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Rano karno Buka Jakarta Fin...

Pengamat : Salvage KMP Batumandi Patut Dicontoh

1 jam lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Pengamat : Salvage KMP Batu...

Jakarta Merintis Diri Menjadi Hub Ekonomi Kreatif

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jakarta Merintis Diri Menja...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.