Mbappe Bersinar di Tengah Musim Suram Real Madrid

Selasa, 27 Mei 2025, 10:00 WIB

MADRID – Real Madrid menutup musim tanpa meraih satupun trofi. Namun, satu nama tetap bersinar terang: Kylian Mbappé. Bintang asal Prancis itu mengakhiri musim perdananya di Spanyol dengan torehan gemilang, menyabet Sepatu Emas Eropa sekaligus penghargaan Pichichi sebagai pencetak gol terbanyak La Liga.

Dua gol Mbappé dalam laga terakhir Madrid di kompetisi domestik membuat total golnya menjadi 31—cukup untuk melewati Viktor Gyökeres dari Sporting Lisbon yang lebih dulu menyelesaikan musim dengan 29 gol. Dengan sistem penghitungan berbobot dua poin untuk setiap gol di lima liga elite Eropa, Mbappé berhasil unggul tipis dalam persaingan paling ketat tahun ini.

Ket. Foto: Striker Real Madrid, Kylian Mbappe. — Sumber: AFP

“Mbappé membuktikan bahwa ia datang bukan sekadar membawa nama besar, tetapi juga kualitas,” tulis harian olahraga Marca. “Dalam musim yang minim kejayaan kolektif, dia memberi alasan untuk percaya pada masa depan.”

Pencapaian ini membuat Mbappé menjadi pemain ketiga Madrid yang meraih Sepatu Emas setelah Hugo Sánchez (1989/90) dan Cristiano Ronaldo (tiga kali: 2011, 2014, 2015). Ia juga menjadi pemain Prancis pertama sejak Thierry Henry pada 2005 yang membawa pulang penghargaan itu.

Sementara itu, pesaing terdekatnya di papan skor, Mohamed Salah, harus puas di posisi ketiga setelah hanya mencetak satu gol pada laga terakhir Liverpool. Bintang asal Mesir itu mengoleksi 29 gol. Di bawahnya, Robert Lewandowski dari Barcelona mencetak dua gol di laga penutupnya dan mengakhiri musim dengan 27 gol, sekaligus memastikan gelar Pichichi musim lalu berpindah tangan.

Pencapaian Mbappé ini terasa istimewa mengingat ia sedang beradaptasi dalam musim pertamanya bersama Real. Meskipun musim tim secara keseluruhan mengecewakan—terdepak dari Liga Champions dan tertinggal dari Barcelona di klasemen akhir La Liga—Mbappé mampu menunjukkan kualitasnya sebagai penyerang tajam.

“31 gol liga dan 43 gol di semua kompetisi, di musim pertama di klub baru, adalah angka luar biasa,” ujar mantan striker Prancis Jean-Pierre Papin. “Ia bukan hanya masa depan Real Madrid, tetapi masa depan sepak bola dunia.”

Mbappé bahkan sempat berada di Monaco pada hari Minggu untuk menyaksikan Grand Prix Formula 1, dengan risiko digeser dari puncak klasemen pencetak gol. Namun, para pesaingnya gagal mengejar torehan golbintang Madrid itu.

Di tempat lain, Harry Kane—peraih Sepatu Emas musim lalu—mengakhiri musim dengan 26 gol di Bundesliga bersama Bayern Munich, yang setidaknya menghibur dengan gelar liga. Sementara itu, Gyökeres yang mencetak 39 gol di Liga Portugal harus puas dengan posisi kedua karena bobot kompetisi yang lebih rendah.

Menariknya, Alex Tamm asal Estonia yang mencetak 34 gol di dua liga berbeda hanya berada di peringkat ke-27, menegaskan kembali pentingnya tingkat kompetisi dalam perhitungan penghargaan Sepatu Emas.

Bagi Real Madrid, musim ini menjadi evaluasi besar. Namun dengan Mbappé yang kini mulai benar-benar menyatu dalam skuat, ada keyakinan bahwa era baru sedang dimulai di Santiago Bernabéu. Dengan dukungan pemain seperti Jude Bellingham, Vinícius Júnior, dan Eduardo Camavinga, Los Blancos tampaknya tinggal menunggu waktu untuk kembali mendominasi Eropa.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.