Kebakaran Hentikan Produksi di Kilang Minyak Terbesar Ekuador

Selasa, 27 Mei 2025, 09:35 WIB

ESMERALDAS - Kebakaran tangki bahan bakar pada hari Senin (26/5) menghentikan produksi di kilang minyak terbesar di Ekuador, memicu evakuasi penduduk sekitar saat gumpalan asap raksasa mengepul dari fasilitas tersebut. 

Operasi di pabrik di provinsi Esmeraldas, yang dapat memurnikan 110.000 barel per hari (bph), ditangguhkan "untuk menjaga keamanan fasilitas dan personel," kata perusahaan minyak negara Petroecuador.

Ket. Foto: Petugas Damkar berjibaku memadamkn api di kilang minyak di Esmeraldas, Ekuador, Senin 26 Mei 2025. — Sumber: AP

Dikatakan, tidak ada seorang pun terluka dalam kebakaran itu, dan lima orang menerima perawatan medis karena efek ringan akibat menghirup asap.

Para pekerja dievakuasi dari lokasi yang ditutup oleh tentara dan staf kilang, menurut pengamatan jurnalis AFP.

Polisi Ekuador mengatakan pihaknya sedang mengevakuasi penduduk daerah tersebut, tanpa menyebutkan berapa jumlahnya.

Penyebab kebakaran di kilang minyak dekat perbatasan Ekuador dengan Kolombia belum diketahui.

Dalam tulisannya di X, Menteri Energi Ines Manzano mengatakan bahwa situasi "terkendali," namun jaminan tersebut tidak banyak meredakan kekhawatiran warga.

Ramiro Medina, seorang pekerja pabrik, mengatakan "suara keras" terdengar, "dan kami semua mulai berlarian."

"Apa yang terjadi sekarang cukup mengkhawatirkan," tambah perwakilan masyarakat Edgar Romero.

"Kami mencium bau sesuatu dan mengira bau itu berasal dari sekolah Jaime Hurtado, yang sedang difumigasi hari ini.... (tetapi kemudian) kami mencium bau bensin... Kami berharap pihak berwenang akan mengambil tindakan."

Pasokan Bahan Bakar 'Terjamin' 

Petroecuador, yang mengoperasikan fasilitas tersebut, tidak merinci jumlah bahan bakar yang ada di dalam tangki saat kebakaran terjadi.

Ekuador adalah salah satu produsen minyak terbesar di Amerika Selatan dan sangat bergantung pada ekspor minyak bumi untuk pendapatannya.

Pada tahun 2024, negara itu memproduksi sekitar 475.000 barel minyak mentah per hari, yang mana hampir tiga perempatnya dijual, menghasilkan $8,6 miliar dalam ekspor minyak. 

Namun, produksi tahun lalu terganggu oleh pemadaman listrik berulang yang terkait dengan kekeringan terburuk dalam 60 tahun, yang mengurangi tingkat reservoir hidroelektrik ke tingkat terendah yang pernah tercatat. 

Pada bulan Maret tahun ini, kebocoran pipa bahan bakar besar-besaran menyebabkan lebih dari 25.000 barel minyak mentah tumpah ke tiga sungai, dalam insiden yang juga memaksa penghentian ekspor minyak.

Ekuador memiliki dua kilang lainnya, dengan kapasitas masing-masing 45.000 dan 20.000 barel per hari.

Dalam sebuah pernyataan hari Senin, Pemerintah mengatakan, "pasokan bahan bakar sepenuhnya terjamin di seluruh negeri" meskipun terjadi kebakaran.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.