Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Tambah 13 Rumah Pompa Baru Atasi Banjir

📅 Senin, 26 Mei 2025, 16:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
DKI Tambah 13 Rumah Pompa Baru Atasi Banjir Doc: Antara
Ket. Gubernur Jakarta Pramono Anung usai meninjau pengerukan Kali Ciliwung (Kebon Melati), Jakarta Pusat, Senin (26/5).

Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menambah 13 rumah pompa baru sebagai salah satu upaya mengatasi banjir di kota metropolitan ini.

"(Plt) Kepala Dinas (SDA DKI) melaporkan akan ada kurang lebih 13 titik lagi yang akan kami tangani seperti ini untuk bisa menyelesaikan hampir sebagian besar banjir lokal yang ada di Jakarta," ujar Gubernur Jakarta Pramono Anung di Jakarta, Senin (26/5).

Pramono saat meninjau Rumah Pompa Sunter C, Sunter Agung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengatakan, akan mengomunikasikan anggaran untuk rumah pompa baru ini dengan DPRD DKI Jakarta.

Adapun 13 rumah pompa baru yang dimaksud, yakni di Bulak Cabe yang hilirnya kemarin di Kali Cakung Lama. Kemudian Cilincing KBN, Warung Jengkol dan Kampung Sawah Rawa Terate.

Selanjutnya, Kayu Putih Rawa Terate, Ancol, IKIP, Cempaka Putih, Cempaka Putih Barat, Cengkareng, Manggaraya Greenfield dan Daan Mogot.

Pramono mengatakan, saat ini jajaran Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta memulai penanganan banjir yang bersifat lokal atau di daerah tertentu. Salah satunya dengan membangun rumah pompa untuk mengoptimalkan saluran penghubung.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum menyampaikan Rumah Pompa Sunter C merupakan salah satu solusi banjir, khususnya di Kelurahan Sunter Agung dan Kelurahan Kampung Sawah.

Adapun rumah pompa ini mampu menangani banjir sekitar 20 hektare.

Pembangunan Rumah Pompa Sunter C meningkatkan kapasitas Polder Sunter Selatan dan Polder Sunter Utara dalam mendukung ekosistem pengendalian banjir.

Selain itu, rumah pompa ini berperan menurunkan tinggi muka air di Saluran Penghubung Sunter C sehingga sistem saluran di sisi utara dan selatan Jalan Danau Sunter Utara dapat berfungsi optimal.

Hal ini juga mengurangi beban aliran banjir menuju Danau Sunter Utara dan Danau Sunter Selatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.