Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI Beberkan 3 Langkah Penting! Sektor Keuangan Wajib Tahu Kalau Mau Selamat di Era Ekonomi Sirkular

📅 Senin, 26 Mei 2025, 20:13 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI Beberkan 3 Langkah Penting! Sektor Keuangan Wajib Tahu Kalau Mau Selamat di Era Ekonomi Sirkular Doc: ANTARA/HO/Mahasiswa GenBI
Ket. Ilustrasi - Mahasiswa GenBI Sulsel saat melakukan proses ecobrick sebagai upaya meminimalisir sampah plastik untuk melestarikan bumi.

JAKARTA - Pengembangan ekonomi sirkular di Indonesia sangat penting karena dapat memberikan manfaat yang komprehensif bagi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat. 

Dengan penerapan ekonomi sirkular, Indonesia dapat membangun masa depan yang berkelanjutan dan menciptakan kesejahteraan yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti menyampaikan terdapat tiga langkah strategis yang dapat diambil oleh pelaku sektor keuangan untuk mendukung pengembangan ekonomi sirkular.

Melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (26/5), Destry menyampaikan bahwa langkah pertama yakni memperluas akses pembiayaan melalui pengembangan solusi inovatif yang mampu mengatasi hambatan terkait agunan.

Langkah kedua, menciptakan dan mengembangkan produk-produk keuangan yang selaras dengan prinsip dan praktik ekonomi sirkular.

Kemudian, langkah ketiga yaitu memperkuat kapasitas lembaga keuangan, khususnya di wilayah perdesaan, guna meningkatkan pemahaman dalam melakukan penilaian terhadap model bisnis berbasis ekonomi sirkular, ramah iklim, dan bersifat nontradisional.

"Dengan dukungan perangkat serta pemahaman yang lebih komprehensif, lembaga keuangan diharapkan dapat mampu melihat potensi nilai jangka panjang serta tingkat risiko yang lebih rendah dari model bisnis sirkular tersebut," kata Destry.

Ia menambahkan saat ini BI juga telah berperan aktif dalam mendukung pengembangan ekonomi sirkular melalui berbagai kebijakan strategis, salah satunya mendorong sektor hijau melalui kebijakan makroprudensial yang mendukung pembiayaan berkelanjutan.

Kemudian, BI memperkenalkan inklusi keuangan digital bagi petani, termasuk melalui penerapan sistem pembayaran berbasis kode QR nasional (QRIS) yang bebas biaya untuk usaha mikro dan kecil.

Selain itu, bank sentral Indonesia juga mengembangkan model pembiayaan berbasis klaster dengan menjalin kemitraan bersama lembaga-lembaga strategis.

Salah satu contohnya yaitu Desa Penglipuran di Bali, yang menjadi model integratif antara pariwisata dan pertanian sirkular, didukung oleh ekosistem pembayaran digital yang inklusif.

Pada Senin (26/5/2025), Asia-Pacific Rural and Agricultural Credit Association (APRACA)-Regional Policy Forum dan the 78th Executive Committee Meeting diselenggarakan di Bali.

APRACA merupakan forum internasional beranggotakan total 95 lembaga dari 24 negara di Asia Pasifik yang terdiri dari regulator maupun lembaga keuangan.

Forum APRACA ini dibentuk dengan tujuan untuk mendorong kerja sama serta memfasilitasi pertukaran informasi dan keahlian di bidang rural and agriculture financing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
BPBD Parimo Distribusi 32 R...
Olahraga
Joshua Zirkzee Jadi Penentu...
Luar Negeri
7 Negara OPEC+ Sepakat Pert...
Ekonomi
Rupiah Berisiko Melemah - 0...
Advertisement
Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

Daftar Terakhir Perolehan Medali Asian Games 2026: Indonesia Posisi ke-16

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.