Swasembada Pangan Dimulai dari Sawah Lebak: Kementan Dorong Petani Genjot Produksi

Jumat, 23 Mei 2025, 22:08 WIB

LEBAK - Kabupaten Lebak, Banten memiliki luas lahan sawah yang signifikan, sehingga peningkatan produktivitas akan memaksimalkan potensi lahan tersebut untuk menghasilkan pangan. 

Lebak seringkali mencatatkan surplus produksi beras. Karenanya, peningkatan produktivitas akan semakin memperkuat posisi daerah sebagai lumbung pangan. 

Ket. Foto: Petani menjemur gabah hasil panen di Kabupaten Lebak, Banten. — Sumber: ANTARA/Mansur

Kementerian Pertanian (Kementan) meminta petani di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meningkatkan produktivitas padi guna mendukung program swasembada pangan.

"Kita yakin Indonesia kembali mampu berswasembada pangan," kata Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Andi Nur Alamsyah saat monitoring irigasi perpompaan pada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jahe Nunggal, Desa Margajaya, Kabupaten Lebak, Jumat (23/5).

Menurut dia, Kementan berkomitmen untuk terus mendukung penyediaan sarana dan prasarana pertanian yang memadai guna mewujudkan program nasional tersebut.

Dengan dukungan yang ada, lanjut dia, petani di Lebak diharapkan dapat meningkatkan produktivitas padi yang awalnya gabah pungut 6 ton menjadi 7 ton per hektare.

Selain itu petani juga diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) dari tiga kali tanam menjadi empat kali tanam dalam setahun.

"Kami berharap petani di daerah ini dapat termotivasi untuk meningkatkan produktivitas padi sehingga bermuara pada kesejahteraan ekonomi," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat mengatakan produksi pangan tahun ke tahun di daerah ini selalu surplus karena gerakan percepatan tanam berjalan.

Di Kabupaten Lebak, luas baku sawah (LBS) sekitar 52 ribu hektare dengan Indeks Pertanaman (IP) tiga kali tanam sehingga total 156 ribu hektare per tahun dengan produksi gabah 750 ribu ton per tahun dan jika dikonversikan menjadi beras sekitar 450 ribu ton.

Produksi pangan di daerah itu dengan penduduk 1,4 juta jiwa dan konsumsi beras 200 ribu ton per tahun, maka Lebak mencatat surplus 250 ribu ton

"Kami berupaya maksimal mendampingi petani dan memanfaatkan setiap dukungan yang diberikan oleh pemerintah pusat untuk mencapai swasembada pangan," kata Rahmat.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

NTT Terus Diguncang Gempa Susulan, Sulteng Diterpa Lindu 5,4

Tradisi Pasar Jajan, Kearifan Lokal Pekalongan Cermin Semangat Gotong Royong

Rantai Makanan Rusak, Harimau Terancam Masuk Permukiman dan Kehilangan Mangsa

Fantastis! Ribuan Robot Humanoid Bakal Adu Kemampuan di World Humanoid Robot Games

Piala Super Jerman Jatuh ke Tangan Muenchen

Hati-hati! Sindikat Pemalsuan Uang di Tangsel Hendak Edarkan ke Bank, Ini Modusnya

UMKM Tegal Punya Harapan Baru, OJK Perkuat Akses Pembiayaan

Awal yang Baik bagi Madrid Bersama Mourinho Usai Tundukkan Espanyol

Program-program Unggulan Gorontalo akan Menuju Laut

Banjarmasin 5 Abad, Festival Tari Jadi Cara Rawat Tradisi Banjar

NU Menegaskan akan Menolak Penggunaan Uang dalam Muktamar. Politik Uang Itu Moral Bobrok

Jangan Tertipu! BP3MI Sulsel Ingatkan Warga Pilih Jalur Resmi Kerja di Luar Negeri

Awal yang Cantik di Periode Kedua, Mourinho bawa Madrid Kalahkan Espanyol 2-1

Lima Mahasiswa UI Bikin Gebrakan di AS, Jadi Satu-satunya Tim S-1 di Program Geosains Dunia

Mandi di Pantai Tuturuga Berujung Petaka, 4 Orang Terseret Ombak

Niat Awal Ingin Inspeksi, GM Pelindo Maumere Justru Berjibaku Selamatkan Korban Gempa Jatuh ke Laut

Hebat Prestasi Mendunia! Lima Mahasiswa UI Tembus Program Geosains di Houston

Jalan Layang Bomang Buka Akses Warga Bojonggede dan Parung Langsung ke Cibinong

Pemkot Pariaman dan KKP Koordinasi Realisasikan Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih

Beras Indonesia Surplus 3,67 Juta Ton, Kok Harga di Daerah Masih Bisa Rp30 Ribu?

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.