Diprotes Masyarakat, Pemkab Halmahera Selatan Berkomitmen Tuntaskan Proyek Jalan Hotmix

Rabu, 21 Mei 2025, 15:50 WIB

TERNATE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Selatan, Maluku Utara, berkomitmen menuntaskan pekerjaan jalan hotmix di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), menyusul aksi protes dari masyarakat terkait pengerjaan jalan lingkar di pulau itu belum tuntas selama dua tahun ini.

"Saya berkomitmen untuk tetap menyelesaikan pengerjaan jalan hotmix Pulau Makian,"kata Bupati Halmahera Selatan (Halsel), Hasan Ali Bassam Kasuba, saat dihubungi dari Ternate, Rabu (21/5).

Ket. Foto: Pulau Makian masuk kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Rabu (21/5/2025). — Sumber: ANTARA

Pengerjaan jalan hotmix di pulau yang terkenal dengan penghasil buah kenari terbesar di Maluku Utara dikerjakan sejak 2023, namun mengalami kendala teknis, sehingga belum rampung.

Meski ada kebijakan efisiensi, kata dia, tetapi Pemkab Halsel tetap menganggarkan Rp5 miliar untuk pengerjaan jalan di Pulau Makian itu.

"Sudah jadi komitmen kami, sehingga apapun jalan di Pulau Makian tetap jadi perhatikan," ujarnya.

Sebelumnya, masyarakat Pulau Makian mengeluhkan jalan yang dikerjakan selama dua tahun itu tidak kunjung tuntas, sehingga berdampak pada kesehatan masyarakat karena banyak tebaran debu.

"Padahal pengerjaan jalan hotmix Pulau Makian yang dianggarkan oleh Pemkab Halsel melalui APBD 2023 lalu itu senilai Rp16 miliar, tetapi jalannya tidak selesai-selesai," kata tokoh masyarakat Pulau Makian, Mansur, saat dihubungi terpisah.

Oleh karena itu, masyarakat Pulau Makianberharap jalan lingkar Pulau Makian dapat segera dituntaskan, sehingga mobilitas masyarakat dari dan ke pulau itu bisa meningkat.

"Jika jalan sudah diperbaiki, maka tidak tertutup kemungkinan ekonomi masyarakat di Pulau Makian semakin tumbuh, karena masyarakat bisa membawa hasil kebunnya ke Kota Ternate menggunakan kendaraan melalui transportasi kapal feri," kata Mansur.

Selama ini jalan lingkar Pulau Makian mengalami rusak parah, sehingga rata-rata masyarakat yang membawa hasil kebunnya ke Kota Ternate harus menggunakan kapal cepat, sementara kapasitas kapal cepat juga terbatas dan ongkosnya lebih mahal.

"Kalau masyarakat membawa menggunakan kapal cepat, terkadang muatannya dibatasi, ditambah lagi gelombang tinggi, sehingga dengan akses jalan lingkar itu diperbaiki maka memudahkan masyarakat untuk bisa mengangkut menggunakan kapal feri," katanya.

  • Pemkab Halmahera

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Wow Fantastis! QRIS Makin Diminati, Pengguna di Sulsel Kini Tembus 1,5 Juta

Kabut Asap Karhutla Makin Pekat, Warga Kompleks Aeropolis Banjarbaru Mulai Mengungsi

Bayern Muenchen Buktikan Kelasnya, Juara Piala Super Jerman!

Gempa Cukup Kuat M 5,4 Guncang Sulteng, Perairan Pulau Puh Jadi Titik Episentrum

Situasi Makin Genting! Kapolda Kalsel Pimpin Pemadaman Karhutla Dekat Bandara

Jakarta Perangi Tawuran! Pemprov DKI Pastikan Penanganan Dilakukan Berkelanjutan

Mengejutkan di Liga Inggris! Manchester United Dipermalukan Tim Promosi Hull City dengan Skor 0-2

KAI Palembang Tambah Kereta Eksekutif Saat Libur Maulid Nabi, Cek Jadwalnya!

Luar Biasa Indonesia Borong Medali! Tampil Gemilang di Kejuaraan Open Water Swimming Asia Tenggara

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.