Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Upaya Kolaboratif Tangani TBC

📅 Senin, 19 Mei 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Perlu Upaya Kolaboratif Tangani TBC Doc: Antara
Ket. Komitmen bersama penanganan TBC dalam acara di Puspemkot Tangerang Senin.

Tangerang - Wali Kota Tangerang, Banten Sachrudin mengatakan Tuberkulosis (TBC) masih menjadi salah satu tantangan kesehatan utama dan perlu upaya kolaboratif yang lebih intensif dari seluruh pemangku kepentingan untuk menanganinya.

"TBC bukan hanya persoalan medis, tapi juga persoalan sosial yang membutuhkan keterlibatan semua pihak. Hari ini kita buktikan bahwa Kota Tangerang siap bergerak bersama menanggulangi TBC secara konkret," kata Wali Kota Sachrudin pada penandatanganan komitmen dan aksi nyata penanggulangan TBC di Tangerang Senin.

Pemerintah (Pemkot) Tangerang melakukan penandatanganan komitmen dan aksi nyata penanggulangan TBC yang diikuti perwakilan dari Dinas Kesehatan, unsur Forkopimda, para camat dan lurah, serta berbagai mitra pembangunan dan organisasi masyarakat yang bergerak di bidang kesehatan.

Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menyatakan penandatanganan komitmen ini mencakup sejumlah aksi nyata yang akan dilaksanakan oleh berbagai dinas terkait.

Misalnya saja Bappeda dengan dukungan perencanaan dan penganggaran pencegahan dan pengendalian penyakit AIDS, TBC dan malaria, BPKD mendukung penganggaran penanganan TBC.

Kemudian, Disnaker memberikan dukungan kebijakan penanggulangan TBC di tempat kerja dan pemeriksaan kesehatan melalui perusahaan-perusahaan. Disdukcapil mendukung pelayanan dokumen kependudukan untuk memudahkan akses pengobatan TBC.

"Lalu Dinas Pendidikan memberikan dukungan skrining dan edukasi TBC di sekolah-sekolah. Dinas Perkimtan mendukung perbaikan rumah tidak layak huni pasien TBC. Diskominfo mendukung publikasi, penyediaan aplikasi dan diseminasi informasi seputar TBC," jelasnya.

Dan Dinas Sosial memberikan dukungan jaminan sosial bagi penderita TBC. Kecamatan dan kelurahan mendukung skrining TBC berbasis kewilayahan. BAZNAS dukungan penyaluran zakat infak sedekah berupa pemberian makanan tambahan bagi pasien TBC.

Sementara Dinkes memberikan dukungan dalam pelayanan primer dan rujukan, penyediaan sarana prasarana diagnostik TBC, dan yang terbaru penambahan layanan rujukan TBC resisten obat DI RSUP dr. Sitanala, 13 puskesmas inisiasi pengobatan TBC resisten obat serta 26 puskesmas satelit pengobatan, katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

24 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Olahraga
Mulai 2027, Aturan Pelacaka...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.