Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wisata Mangrove di Sampang Dapat Meningkatkan Perekonomian Warga

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 23:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Wisata Mangrove di Sampang Dapat Meningkatkan Perekonomian Warga Doc: ANTARA
Ket. Objek wisata hutan mangrove di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh, Kabupaten Sampang, Jawa Timur.

SAMPANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Jawa Timur, mengembangkan objek wisata hutan mangrove sebagai upaya untuk meningkatkan perekonomian warga dan melestarikan lingkungan pesisir pantai dari ancaman abrasi pantai.

"Salah satu objek wisata mangrove yang sedang kami kembangkan adalah hutan mangrove di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh," kata Kepala Bidang (Kabid) Pariwisata pada Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sampang Endah Nursiskawati di Sampang, Jawa Timur, Kamis (15/5).

Ia menjelaskan pengembangan objek wisata mulai difasilitasi oleh Pemkab Sampang sejak 2022 dan dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Menurut Endah, pengembangan objek wisata ini didasarkan kepada dua hal, yakni pengembangan ekonomi masyarakat sekitar dan melestarikan pesisir pantai dari ancaman abrasi pantai.

"Dua hal ini yang menjadi dasar bagi Pemkab Sampang untuk mengembangkan objek wisata tersebut disamping jenis objek wisata ini memang sedang menjadi tren akhir-akhir ini," katanya.

Ia menuturkan, Pemkab Sampang telah melakukan pendampingan dengan mengusulkan bantuan dana hibah kepada Pemprov Jatim dan mengalokasikan sebagian dari dana tanggung jawab sosial perusahaan.

"Ternyata usulan yang kami sampaikan direspons dengan baik, dan Pemprov Jatim memberikan dana hibah sebesar Rp360 juta," katanya.

Menurut Endah, hibah Rp360 juta itu dalam bentuk barang berupa fasilitas wisata. Di antaranya tracking mangrove, toilet, gazebo, ornamen, dan sejumlah kelengkapan lainnya.

Adapun perusahaan yang juga membantu dalam pengembangan objek wisata mengrove tersebut adalah PT Pelindo."Nilainya juga sama, yakni Rp360 juta," katanya.

Berkat bantuan itu, kini objek wisata mangrove tersebut ramai didatangi pengunjung hingga mencapai 3 ribu orang setiap bulan.

"Ekonomi masyarakat sekitar juga hidup, karena masyarakat sekitar bisa menjual berbagai jenis makanan dan minuman kepada para pengunjung," katanya.

Objek wisata mangrove di Desa Marparan ini merupakan satu dari 30 objek wisata yang ada di Kabupaten Sampang.

Dari jumlah itu, sebanyak lima di antaranya telah mengantongi Tanda Daftar Usaha Pariwisata yang dikeluarkan oleh Pemkab Sampang, termasuk hutan mangrove yang terletak di Desa Marparan, Kecamatan Sreseh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.