Intelijen AS: Korut Miliki 10 ICBM

Kamis, 15 Mei 2025, 02:45 WIB

SEOUL - Badan intelijen militer Amerika Serikat (AS) memperkirakan bahwa Korea Utara (Korut) saat ini memiliki sekitar 10 misil balistik antarbenua (ICBM), dan jumlah tersebut dapat meningkat menjadi 50 unit dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan.

Dalam laporan penilaian ancaman misil terhadap wilayah daratan AS yang dirilis Selasa (13/5) waktu setempat, Badan Intelijen Pertahanan AS (DIA) menyatakan bahwa Korut telah berhasil menguji coba sejumlah misil balistik dengan jangkauan yang cukup untuk mencapai seluruh wilayah Amerika.

Ket. Foto: Pemimpin Korut, Kim Jong-un (kiri), sedang melakukan inspeksi latihan taktis militer di sebuah lokasi rahasia. Saat inspeksi ini, Kim Jong-un menginstruksikan militer negaranya agar meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi peperangan modern. — Sumber: AFP/KCNA VIA KNS

“Rezim Pyongyang saat ini diperkirakan memiliki kurang dari 10 ICBM, namun berpotensi memproduksi sekitar 40 unit tambahan hingga tahun 2035 mendatang,” ungkap DIA.

Terkait hal ini, Komandan Komando Utara AS, Jenderal Gregory M Guillot, dalam laporan tertulis yang disampaikan sebelum sidang dengar pendapat di Komite Angkatan Bersenjata Senat pada hari yang sama, menyatakan bahwa Korut terus melanggar aturan internasional, seperti Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT) karena melanjutkan pengembangan program senjata strategisnya.

Sementara itu kantor berita NHK pada Rabu (14/5) melaporkan bahwa Pyongyang menyatakan bahwa pemimpin Kim Jong-un telah menginspeksi latihan pasukan khusus menggunakan drone dan menginstruksikan militer negara itu agar meningkatkan kemampuannya dalam menghadapi peperangan modern.

Surat kabar Rodong Sinmun pada edisi Rabu melaporkan bahwa Kim Jong-un mengunjungi latihan tersebut pada Selasa lalu. Surat kabar itu pun memuat foto-foto pengeboman tank dan tentara yang mengoperasikan drone.

Kim Jong-un menggambarkan bahwa latihan tersebut diadakan dengan cara inovatif di berbagai bidang untuk menghadapi perang sesungguhnya.

Sedangkan media di Korea Selatan (Korsel) melaporkan bahwa latihan itu bertujuan untuk berbagi pengalaman tempur di kalangan militer Korut dari para prajurit yang dikirim ke Russia terkait invasi ke Ukraina.

Rodong Sinmun juga menerbitkan foto-foto pejabat senior militer Korut yang berjabat tangan dengan Presiden Russia, Vladimir Putin. Dikatakan bahwa foto-foto tersebut diambil pada 9 Mei lalu, saat peringatan kemenangan Uni Soviet dalam Perang Dunia II.

Surat kabar itu melaporkan bahwa Presiden Putin menyampaikan rasa terima kasih dengan kata-kata hangat kepada komandan pasukan khusus Korut yang bertempur di dekat wilayah Kursk di Russia barat. Laporan itu tampaknya menekankan makin dalamnya hubungan militer antara Russia dan Korut.

Tidak Kooperatif

Sementara itu Kementerian Luar Negeri AS kembali menempatkan Korute dalam daftar negara yang tidak sepenuhnya bekerja sama dalam upaya antiterorisme.

Dalam pernyataan yang dirilis pada hari Selasa, kementerian itu menyebut bahwa Korut, Kuba, Iran, Suriah, dan Venezuela, telah ditetapkan sebagai negara tidak sepenuhnya kooperatif (Not Fully Cooperating Countries/NFCC) dalam upaya kontra-terorisme AS.

Korut sendiri telah masuk dalam daftar ini sejak tahun 1997, dan juga tercatat sebagai negara sponsor terorisme oleh AS sejak 2017.

Sementara itu, Kuba yang sebelumnya dikeluarkan dari daftar tersebut oleh pemerintahan Joe Biden tahun lalu, kini dimasukkan kembali karena menolak menyerahkan belasan buronan kepada otoritas AS.

Karena alasan-alasan itu maka AS secara otomatis melarang penjualan atau pemberian lisensi untuk barang dan jasa pertahanan kepada negara-negara yang masuk dalam daftar. KBS/NHK/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP

Berita Terbaru

Aturan Baru Buang Sampah di Makassar: Jam Operasional, Sanksi, dan Retribusi Digital

Serbu Tiket Libur Panjang! PT KAI Bandung Siapkan 60 Ribu Kursi, Kehabisan Jangan Sampai Kehabisan

Kanwil Kemenkum Babel Jalani Desk Evaluasi WBBM Bersama Tim Penilai Nasional KemenPAN-RB.

Bernilai Rp20 Miliar! Bea Cukai Jakarta Bakar Jutaan Rokok Ilegal dan Miras, Ini Hasil Operasinya

Bukan Cuma Pantai! Rahasia "Jelajah Rasa" Pulau Nangka Bikin Wisatawan Ketagihan, Ini Rahasianya

Perbaikan Subsidi harus Bersamaan dengan Percepatan Transisi ke Energi Terbarukan

Biaya Logistik Tinggi, Ikut Menambah Beban Keuangan Masyarakat

Trump Akan Jatuhkan Sanksi Ekonomi ke Negara yang Membantu Iran

Independensi BI Jadi Benteng Stabilitas Ekonomi

Inflasi Tinggi, The Fed Siapkan Kenaikan Bunga

Pemerintah Bantah Terlibat "Transshipment" Tiongkok

Krisis Iklim Picu Rekor Runtuhan Batu di Pegunungan Alpen

Tijjani Reijnders Tinggalkan Manchester City, Gabung Al Qadsiah

Kejuaraan Dunia BWF 2026: Tiga Wakil Indonesia Tembus Perempat Final, Ana/Trias Singkirkan Unggulan Asal Malaysia

Bejlek Bikin Kejutan, Sabalenka Tersingkir di Cincinnati Open

Carlos Sainz Perpanjang Kontrak, Bertahan di Williams hingga Beberapa Musim ke Depan

Trailer Terbaru The Terminal List Season 2: James Reece Memburu Konspirasi dari Moskow hingga Langley

UEFA, AFC, dan CONCACAF Pertimbangkan Mosi Tidak Percaya untuk Lengserkan Gianni Infantino

Korban Gempa M 7,7 NTT Bertambah Jadi 75 Orang, Gempa Susulan Masih Terjadi

Tim Satgas Bencana ITS Pantau Kekuatan Infrastruktur NTT Pascagempa M7,7

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.