Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dongkrak Ekonomi dan Devisa: Pemerintah Genjot Produksi Kopi Indonesia untuk Pasar Dunia

📅 Kamis, 15 Mei 2025, 14:00 WIB | Oleh:
Dongkrak Ekonomi dan Devisa: Pemerintah Genjot Produksi Kopi Indonesia untuk Pasar Dunia Doc: ANTARA/yds
Ket. Proses pengeringan biji kopi arabika di Kaki Gunung Puntang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

JAKARTA - Pemerintah mengajak berbagai pihak, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), untuk berkolaborasi dalam upaya pengembangan kopi nasional ini, mulai dari penyediaan bibit unggul hingga dukungan infrastruktur dan promosi. Dengan sinergi yang kuat, potensi kopi Indonesia di pasar global diyakini akan semakin bersinar.

Pemerintah Indonesia sejak dulu memang gencar mendorong pengembangan produksi kopi nasional, mengingat potensi besar komoditas ini di pasar global. Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan menyatakan bahwa Indonesia, sebagai produsen kopi terbesar keempat dunia, memiliki peluang besar untuk meningkatkan posisinya.

"Saat ini harga kopi sedang bagus, ini momentum untuk meningkatkan produktivitas," ujar Zulhas saat pembukaan World of Coffee Jakarta. Ia menekankan pentingnya penggunaan bibit berkualitas, teknik pengolahan yang tepat, dan pengemasan yang menarik untuk meningkatkan daya saing kopi Indonesia.

Zulhas menambahkan, keunggulan Indonesia terletak pada keragaman cita rasa kopi yang unik dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua, dengan 54 Indikasi Geografis (IG) kopi yang telah terdaftar. "Kopi bukan hanya komoditas, tapi juga bagian dari kehidupan masyarakat, warisan budaya, dan kebanggaan bangsa," imbuhnya. Ia berharap Indonesia dapat melampaui Vietnam sebagai produsen kopi terbesar kedua di dunia.

Manfaat Ekonomi dan Sosial yang Luas

Ekonom pertanian dari Universitas Padjadjaran, Dr. Agung Permana, menilai bahwa pengembangan produksi kopi dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi petani dan negara. "Peningkatan produksi dan kualitas akan meningkatkan ekspor dan devisa negara. Selain itu, menciptakan lapangan kerja di sektor pertanian dan industri pengolahan kopi," katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Setyo Adi, menyoroti potensi kopi sebagai alat promosi budaya. "Setiap daerah memiliki cita rasa kopi yang khas, ini adalah kekayaan budaya yang bisa kita tawarkan kepada dunia. Pengembangan kopi specialty juga akan menarik wisatawan dan meningkatkan citra Indonesia," ujarnya.

Menanggapi hal ini, petani kopi asal Gayo, Aceh, Ibrahim, juga ikut menyambut baik fokus pemerintah. "Kami berharap dukungan pemerintah tidak hanya pada bibit, tapi juga pada pelatihan teknik budidaya yang baik dan akses pasar yang lebih luas. Dengan harga yang bagus dan dukungan yang berkelanjutan, petani kopi akan semakin sejahtera," ungkapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Transjakarta Larang Aktivit...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.