Bologna Akhiri Puasa Gelar 51 Tahun, Taklukkan AC Milan di Final Coppa Italia
Kamis, 15 Mei 2025, 07:40 WIBROMA â Bologna menorehkan sejarah baru dengan menjuarai Coppa Italia 2024/2025 setelah menang 1-0 atas AC Milan pada partai final di Stadio Olimpico, Kamis (15/5) dini hari WIB. Gol tunggal Dan Ndoye di babak kedua menjadi penentu kemenangan dan mengakhiri penantian 51 tahun klub asal Emilia-Romagna itu untuk meraih trofi utama.
Gol dicetak Ndoye pada menit ke-53 memanfaatkan kemelut di kotak penalti usai Riccardo Orsolini ditekel Theo Hernandez. Pemain asal Swiss itu melakukan gerakan tipuan sebelum melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung Mike Maignan.
âKami menang untuk diri kami, kota kami, dan suporter,â ucap Ndoye kepada Mediaset. âKami tampil sempurna dan bekerja sebagai tim sejati.â
Kemenangan ini menjadi trofi pertama bagi pelatih Vincenzo Italiano, yang sebelumnya gagal dalam tiga final bersama Fiorentina. Ia kini sukses mengangkat Bologna ke level baru sejak menggantikan Thiago Motta.
âKami layak mendapatkannya. Kami tampil luar biasa malam ini,â ujar Italiano usai pertandingan. âIni penutup musim yang fantastis dan hadiah untuk semua pendukung kami.â
Kali terakhir Bologna menjuarai Coppa Italia terjadi pada tahun 1974, sekaligus menjadi trofi besar terakhir mereka sebelum malam bersejarah di Roma ini.
Bagi Milan, kekalahan ini memperpanjang musim yang penuh kekecewaan. Rossoneri kini dalam tekanan besar karena belum tentu lolos ke kompetisi Eropa musim depan. Mereka saat ini duduk di peringkat kedelapan Serie A, tertinggal tiga poin dari Roma yang berada di zona Liga Konferensi dan akan menjadi lawan mereka akhir pekan ini.
Sempat tampil sebagai juara Liga Champions dan Coppa Italia di musim 2002/03, Milan kini tertinggal jauh dari rival sekota Inter, yang tengah bersiap menghadapi final Liga Champions dan berpeluang mempertahankan gelar Serie A.
Pertandingan berlangsung ketat dan minim peluang. Bologna mengancam lebih dulu lewat Santiago Castro di menit ke-8, namun tandukannya masih lemah. Milan membalas lewat insiden nyaris bunuh diri Sam Beukema, tapi Skorupski tampil sigap.
Setelah gol Ndoye, Milan hanya menciptakan satu peluang berarti pada menit ke-71. Tapi penyelesaian buruk Santiago Gimenez membuat bola mudah diamankan Skorupski.
Bologna kemudian fokus bertahan hingga peluit panjang berbunyi. Tangis haru dan selebrasi pun pecah, menandai momen emosional bagi klub yang terakhir kali menjuarai Serie A pada 1964.
Dengan trofi ini, Bologna bukan hanya mengakhiri puasa gelar, tapi juga menunjukkan bahwa kerja keras dan konsistensi masih bisa menghasilkan keajaiban di sepak bola modern.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
FIFA Terapkan Ranking Dunia Real-Time Mulai Maret 2026
-
Kiamat bagi AC Milan, Tumbang di Tangan Sassuolo, Mimpi Scudetto Resmi Terkubur Musim Ini
-
THR Sudah Cair? Ini 5 Cara Bijak Mengatur THR agar Tidak Sekadar Lewat.
-
Kolaborasi dengan Airbus, Indonesia Bidik Lompatan Besar di Industri Dirgantara
-
WEC Tunda Seri Pembuka Qatar, Balapan F1 Masuk Sorotan
-
BNPB Targetkan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Tuntas dalam Tiga Tahun
-
Untuk Vidi Aldiano, Shireen Sungkar Wakafkan Sumur di Gunung Kidul Yogya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.