Konflik Orang Tua Picu Kenakalan Remaja: Kisah Pilu di Barak Pembinaan Jawa Barat
📅 Rabu, 14 Mei 2025, 09:15 WIB | Oleh: Yuniar Dwi Setiawati
Doc: RadarBogor/yds
JAWA BARAT – Kisah seorang siswi yang merasa nyaman tinggal di barak militer pembinaan siswa SMA dibanding dengan rumahnya, menjadi alarm penting tentang perlunya menelisik akar masalah kenakalan remaja, yang seringkali bersembunyi dalam dinamika keluarga. Intervensi dan dukungan psikologis krusial untuk membantu anak kembali ke jalur yang benar.
Kunjungan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, ke barak khusus pelaku kenakalan remaja mengungkap fakta menyedihkan. Seorang siswi mengaku terjerumus minuman keras akibat konflik rumah tangga orang tuanya. Pengakuan ini terlontar dalam percakapan yang diunggah di YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel.
Saat ditanya kenyamanannya di barak, jawaban remaja itu, "Di rumah, ibu sama ayah ribut terus," mengindikasikan akar masalah kenakalan tersebut. Dedi Mulyadi, dengan pendekatan humanis, berjanji membantu menyelesaikan masalah keluarga siswi itu.
Psikolog Anak, Dr. Seto Mulyadi (Kak Seto), menanggapi, "Kisah ini cerminan betapa besar pengaruh keluarga. Konflik orang tua menciptakan trauma yang dilampiaskan anak pada perilaku negatif. Pola asuh penuh kasih sayang dan komunikasi baik adalah fondasi kesehatan mental anak. Orang tua perlu introspeksi."
Di sisi lain, pengamat Pendidikan Keluarga, Neny Rochyany, S.Pd., M.Si., juga menyatakan, "Kenakalan remaja seringkali adalah sinyal SOS. Orang tua harus lebih peka pada emosi anak, menciptakan dialog aman, dan menyelesaikan konflik tanpa melibatkan anak. Sekolah dan masyarakat juga bertanggung jawab memberi dukungan."
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!