Kemendiktisaintek Luncurkan Tiga Program Baru
Rabu, 14 Mei 2025, 21:49 WIBJAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) meluncurkan tiga program baru sekaligus pada Mei 2025. Ketiga program yang diluncurkan memiliki fokus berbeda-beda.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, mengatakan, program pertama adalah Kosabangsa atau Kolaborasi Sosial Pembangunan Masyarakat. Program ini dirancang sebagai wujud nyata dengan semangat gotong royong perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka mendalami kebutuhan masyarakat secara mendalam.
"Kosabangsa adalah jawaban kita atas tantangan pembangunan yang kompleks di wilayah tertinggal, wilayah prioritas kemiskinan ekstrem serta wilayah rawan kebencanaan," ujar Brian, dalam konferensi pers secara daring, Rabu, (14/5).
Program kedua, lanjut dia, adalah Mahasiswa Berdampak. mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu menciptakan dampak di masyarakat.
Brian menerangkan, dengan adanya program ini Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) setiap perguruan tinggi bisa merancang berbagai inisiatif sosial berbasis komunitas. Mahasiswa melalui program ini didampingi dosen pembimbing untuk menerapkan hasil penelitian di tengah masyarakat.
"Hasil inovasi yang dikembangkan di kampus diimplementasikan melalui teknologi tepat guna untuk memecahkan masalah krusial yang ada di desa yang berdekatan dengan kampus. Misal soal pangan, energi, kesehatan hingga kemiskinan ekstrem," jelasnya.
Brian mengungkapkan, program ketiga yaitu Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi-Perguruan Tinggi (PUI-PT). Program ini dihadirkan untuk mendorong lahirnya pusat unggulan di setiap perguruan tinggi.
"Perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam publikasi ilmiah berupa paper-paper berkualitas, tapi juga mampu lebih dari itu, melakukan hilirisasi hasil riset hingga menjadi produk komersial yang siap diterima oleh masyarakat," ucapnya.
Melalui program tersebut, pihaknya ingin memperkuat tata kelola riset, sekaligus menciptakan solusi berbagai macam persoalan di masyarakat berbasis sains. Dia berharap, program tersebut dapat membangun kampus sebagai simpul inovasi nasional, pusat-pusat riset kajian yang menyelesaikan masalah-masalah sekitarnya.
"Akhirnya (kampus) bisa mampu menjawab tantangan industri, memajukan UMKM, serta menumbuhkan teknologi di atas kaki kita sendiri," katanya.
Brian mengatakan ketiga program itu adalah gerakan besar bagi kemajuan pendidikan tinggi, sains dan teknologi. Dia berharap program ini dapat mendorong terwujudnya Indonesia Emas 2045.
"Sebagaimana dulu pernah kami sampaikan juga bahwa pendidikan tinggi harus menjadi pusat transformasi, mahasiswa sebagai penggerak utama, dan riset sebagai arah pembangunan," terangnya.
- Kemendiktisaintek
- Mendiktisaintek
- Brian Yuliarto
- Kosabangsa
- Mahasiswa Berdampak
- PUI-PT
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
DKI Bentuk Tim Investigasi Selidiki Kebakaran Pasar Induk Kramat Jati
-
Kemdiktisaintek Tingkatkan Kolaborasi dengan Inggris Lewat JWG 2025
-
Kemendiktisaintek Siapkan Rp75,9 Miliar Bantu Mahasiswa dan Dosen Korban Bencana Sumatera
-
Pemprov Mesti Cermati Serbuan Virus Nipah
-
Pemkot Ambon Perkuat Program Pembangunan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas
-
Cegah Banjir, Pemprov DKI Jakarta Lakukan Modifikasi Cuaca Selama Lima Hari
-
Mesir dan PBB Kerja Sama Perkuat Pelaksanaan Gencatan Senjata di Gaza
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.