Djokovic dan Murray Akhiri Kerja Sama Kepelatihan Setelah Enam Bulan

Rabu, 14 Mei 2025, 08:30 WIB

LONDON — Novak Djokovic dan Andy Murray resmi mengakhiri kerja sama kepelatihan mereka setelah enam bulan, demikian diumumkan kedua legenda tenis itu Rabu (14/5).

Kerja sama yang sempat mengejutkan dunia tenis ini dimulai pada bulan November tahun lalu, ketika Djokovic secara tak terduga merekrut mantan rivalnya yang baru pensiun, Andy Murray, meski tanpa pengalaman sebagai pelatih.

Ket. Foto: Andy Murray (kiri) dan Novak Djokovic. — Sumber: AFP

Namun, performa buruk Djokovic di awal musim 2025 membuat kerja sama dua petenis berusia 37 tahun ini berakhir lebih cepat dari yang diharapkan—hanya beberapa pekan jelang dimulainya Prancis Open.

“Terima kasih, Coach Andy, atas kerja keras, kebersamaan, dan dukunganmu selama enam bulan terakhir, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya sangat menikmati mempererat persahabatan kita,” ujar Djokovic dalam pernyataannya.

Murray, yang lahir hanya berselang sepekan dari Djokovic, juga mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan langka untuk melatih petenis dengan 24 gelar Grand Slam tersebut.

“Terima kasih kepada Novak atas kesempatan luar biasa untuk bekerja bersama. Saya juga berterima kasih kepada seluruh timnya atas kerja keras selama enam bulan terakhir. Saya doakan yang terbaik untuk Novak di sisa musim ini,” ucap Murray.

Kerja sama mereka sejatinya sempat menunjukkan harapan, dengan Djokovic berhasil mengalahkan Carlos Alcaraz di Australian Open. Namun, ia harus mundur di semifinal melawan Alexander Zverev akibat cedera. Sejak itu, Djokovic gagal meraih hasil memuaskan—belum sekalipun menang di lapangan tanah liat tahun ini, termasuk tersingkir di babak pertama Monte Carlo dan Madrid.

Dengan koleksi gelar tunggal masih tertahan di angka 99, Djokovic memutuskan mundur dari Italian Open pekan ini dan memilih tampil di Geneva Open pekan depan lewat jalur wild card, dalam upaya mencari kembali performanya jelang Roland Garros.

Peluang Djokovic untuk meraih gelar Grand Slam ke-25—yang akan melampaui rekor sepanjang masa Margaret Court (24)—tampak semakin berat.

Sebelumnya, Murray mengaku di Australian Open Januari lalu bahwa dirinya sempat ragu untuk langsung terjun ke dunia kepelatihan usai pensiun, namun tawaran dari Djokovic terlalu bagus untuk ditolak.

Pada bulan Februari, keduanya sepakat melanjutkan kerja sama hingga musim hard court di Indian Wells dan Miami, serta sejumlah turnamen tanah liat, termasuk rencana tampil bersama di Roland Garros dan Wimbledon. Namun, keputusan berpisah kini telah diambil.

Djokovic yang tiga kali juara Prancis Open, dan tahun lalu meraih medali emas Olimpiade di Roland Garros usai menaklukkan Alcaraz di final, tampaknya kini tengah bergulat dengan masa transisi.

“Sekarang saya mencoba menang satu-dua pertandingan saja, tidak lagi berpikir untuk melaju jauh di turnamen. Rasanya sangat berbeda dari dua dekade terakhir saya sebagai pemain tenis profesional,” ujar Djokovic usai kekalahan di Madrid bulan lalu.

Murray sendiri tercatat pernah meraih tiga gelar Grand Slam, termasuk dua kali menjuarai Wimbledon. Bersama Djokovic, Federer, dan Nadal, mereka dikenal sebagai bagian dari "Big Four" yang mendominasi tenis putra selama lebih dari satu dekade. Djokovic unggul 25-11 dalam 36 pertemuan mereka sepanjang karir.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.