Langit Karimunjawa dan Lompatan Menuju Wisata Kelas Dunia
Selasa, 13 Mei 2025, 15:57 WIBJEPARA â Dari ketinggian ribuan kaki di atas permukaan laut, para penerjun bebas melayang satu per satu, menembus langit cerah Karimunjawa yang berpadu birunya samudra dan hijaunya pulau tropis. Karimunjawa International Skydiving and Adventure (KISA) Boogie Woogie Jump 2025 bukan sekadar pertunjukan adrenalin, tetapi loncatan berani menuju masa depan pariwisata kelas dunia.
Digelar pada 7 hingga 11 Mei 2025 di Bandara Dewandaru, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, event perdana ini sukses menarik perhatian baik nasional maupun internasional. Sebanyak 50 skydiver dari Indonesia dan lima negaraâTiongkok, Rusia, Ukraina, Malaysia, dan India berpartisipasi dalam ajang yang dikemas dalam format festival udara pertama di Indonesia itu.
âIni masih pemanasan. Tapi dari awal, kami sudah nyatakan ini adalah event berstandar internasional dan akan berlanjut secara rutin di Karimunjawa,â ungkapKetua Penyelenggara KISA, Capt Muhammad Hariri penuh keyakinan.
Hariri menyebutkan bahwa sebagian peserta internasional sebenarnya telah mendaftar, namun terkendala akses transportasi ke Karimunjawa. Meski demikian, atmosfer kompetisi dan kolaborasi yang tercipta sudah cukup membuktikan potensi besar yang dimiliki kepulauan ini.
Bagi Hariri, Karimunjawa lebih dari sekadar lokasi eksotik. Infrastruktur bandaranya yang siap, bentang alamnya yang menawan, dan suasana pulau yang tenang adalah modal ideal untuk menjadikan wilayah ini sebagai pusat pelatihan skydiving pertama di Indonesia.
âKami akan dirikan sekolah skydiving untuk pemula. Pelatihan akan berlangsung selama sekitar dua minggu dengan minimal 10 kali lompatan didampingi pelatih, sampai peserta bisa jumping solo. Ini akan jadi tempat lahirnya para penerjun profesional Indonesia,â jelasnya.
Pelatihan ini bersifat mandiri, terbuka untuk siapa saja yang ingin mengejar karier atau sekadar mencoba pengalaman terbang bebas di atas pulau surga. Rencana besar ini pun diharapkan dapat memicu ekosistem wisata minat khusus yang belum banyak dikembangkan di Indonesia.
Inklusif dan Kompetitif
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan dukungan penuh terhadap inisiasi tersebut. Dalam beberapa kesempatan, ia menekankan bahwa ajang KISA adalah pintu masuk strategis untuk mendorong konektivitas, investasi, dan eksistensi Karimunjawa di mata dunia.
âEvent ini bukan hanya menaikkan pariwisata, tapi juga memperkuat ekonomi lokal. Dengan pengembangan rute penerbangan langsung dari bandara internasional dan perintis, akses menuju Karimunjawa akan semakin mudah,â tegasnya
Ia menyebut, dampak jangka panjang dari event seperti KISA bukan hanya soal popularitas, melainkan perubahan ekosistem wisata yang inklusif dan kompetitif secara global. Dalam visi besarnya, Karimunjawa akan menjadi kombinasi antara destinasi bahari dan langit, tempat orang datang untuk menyelam ke bawah laut sekaligus terbang di atasnya.
Event KISA 2025 mungkin baru pertama kali digelar, tapi gema langkah awalnya telah menyebar. Langit Karimunjawa kini tak hanya milik camar dan awan. Ia juga menjadi kanvas impian baru bagi para atlet udara, wisatawan, dan komunitas lokal yang ingin bangkit melalui pariwisata berkelanjutan.
Dengan dukungan lintas sektor, KISA berpotensi tumbuh menjadi ajang tahunan unggulan, seperti di Hawaii, Dubai, atau Thailand. Dan lebih dari itu, ia akan memperkenalkan satu lagi fakta penting kepada dunia: bahwa Indonesia tak hanya indah di daratan dan lautannya, tapi juga di langitnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Henri pelupessy
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.