Jannik Sinner Tampil Memukau Setelah Absen Tiga Bulan Akibat Skorsing Doping
Minggu, 11 Mei 2025, 18:25 WIBROMA - Jannik Sinner membuat kejutan dalam laga comeback-nya di Italian Open pada hari Minggu (11/5), setelah menjalani skorsing tiga bulan akibat doping. Petenis nomor satu dunia itu mengalahkan Mariano Navone dengan skor 6-3, 6-4 dalam waktu satu jam 39 menit, di hadapan lebih dari 10.000 penggemar yang memadati Foro Italico di Roma.
Kemenangan ini mengantarkan Sinner ke babak ketiga, di mana ia akan bertemu Jesper de Jong, petenis yang lolos sebagai lucky loser. Ini adalah pertandingan pertama Sinner sejak menjuarai Australian Open pada Januari lalu. Absen selama beberapa bulan akibat skorsing dari Badan Anti-Doping Dunia (WADA), Sinner kembali ke lapangan setelah dua kali dinyatakan positif menggunakan zat terlarang clostebol pada Maret tahun lalu. WADA mengakui bahwa ia terkontaminasi secara tidak sengaja oleh fisioterapisnya.
Setelah sekian lama tidak bertanding, Sinner menunjukkan bahwa ia masih memiliki ketajaman dan keterampilan yang dibutuhkan untuk kembali bersaing di level tertinggi.
"Saya mencoba memberikan segalanya. Itu satu-satunya hal yang bisa saya kendalikan saat ini," ujar Sinner setelah pertandingan.
"Rasanya luar biasa bisa kembali ke lapangan. Ini momen yang sangat spesial bagi saya, dan saya sangat bersyukur bisa kembali bermain."
Kemenangan ini juga membawa kabar baik bagi penggemar tenis Italia lainnya. Matteo Berrettini, yang kembali ke turnamen ini setelah absen empat tahun, berhasil mengalahkan Jacob Fearnley 6-4, 7-6 (7/0) dalam pertandingan pertama di rumahnya. Berrettini yang baru saja pulih dari cedera otot perut, akan bertemu Casper Ruud, juara Madrid Open, di babak ketiga.
Sementara itu, sektor putri juga diwarnai oleh kemenangan gemilang Jasmine Paolini, yang mengalahkan Ons Jabeur dua set langsung untuk melangkah ke babak 16 besar. Paolini, unggulan keenam, akan bertemu Jelena Ostapenko dalam pertandingan yang menarik.
Namun, di sisi lain, kejutan terjadi di sektor putri ketika Iga Swiatek gagal melangkah lebih jauh setelah kalah 6-1, 7-5 dari Danielle Collins. Swiatek, yang sebelumnya diharapkan bisa meraih gelar keempat di Roma, terlihat kesulitan untuk mengatasi permainan Collins, yang sebelumnya ia kalahkan dalam delapan dari sembilan pertemuan.
"Ada sesuatu yang salah dalam permainan saya, jadi saya harus menganalisis dan mengubah beberapa hal," kata Swiatek setelah pertandingan.
Kekalahan ini menjadi sinyal peringatan menjelang Roland Garros, terutama setelah ia juga kalah dari Coco Gauff di semifinal Madrid Open awal bulan ini.
Collins akan menghadapi Elina Svitolina di babak 16 besar, sementara Naomi Osaka, yang berhasil mengalahkan Marie Bouzkova, akan bertemu unggulan kelima, Madison Keys.
Italia Open terus menyajikan kejutan dan drama, dengan para pemain papan atas berlomba untuk memperebutkan gelar bergengsi di lapangan tanah liat ini, yang menjadi ajang penting menjelang Prancis Open.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
DPR Serukan Pemerintah Segera Reformasi Regulasi Penanganan Kasus Narkotika
-
Pelatih Arab Saudi Akui Timnya Kalah Kualitas dengan Spanyol
-
Jannik Sinner Juarai Wimbledon 2026 usai Kalahkan Alexander Zverev
-
Disidang di Miami, Influencer Andrew Tate dan Adiknya Menolak Diekstradisi ke Inggris
-
China Dukung Kelanjutan Perundingan Damai Iran dan Amerika Serikat di Swiss
-
Antonelli Gagalkan Hamilton Menang di Kandang, Perlebar Keunggulan di Puncak Klasemen F1
-
Piala Dunia 2026 Bergulir di Tengah Euforia, Harga Tiket Fantastis, dan Polemik Visa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.