Google Digugat! Ganti Nama Teluk Meksiko Jadi Teluk Amerika di Google Maps

Minggu, 11 Mei 2025, 15:25 WIB

JAKARTA - Meksiko menggugat Google karena mengabaikan permintaan untuk tidak mengganti nama Teluk Meksiko menjadi Teluk Amerika bagi pengguna AS pada layanan Google Map, kata presiden negara itu, Claudia Sheinbaum.

Menurut laporan BBC, pada hari Kamis, DPR AS yang dipimpin Partai Republik memberikan suara untuk secara resmi mengganti nama Teluk menjadi lembaga-lembaga federal.

Ket. Foto: Peta di Google Maps menunjukkan nama Teluk Meksiko dan Teluk Amerika. — Sumber: Google

Presiden AS Donald Trump,pada hari pertamanya menjabat, menandatangani perintah eksekutif yang menyerukan agar perairan tersebut diganti namanya, dengan alasan perubahan tersebut dapat dibenarkan karena AS "melakukan sebagian besar pekerjaan di sana, dan itu milik AS".

Namun, pemerintahan Sheinbaum berpendapat bahwa perintah Trump hanya berlaku untuk wilayah AS di landas kontinen.

"Yang kami inginkan hanyalah agar keputusan yang dikeluarkan pemerintah AS dipatuhi," katanya, seraya menegaskan bahwa AS tidak memiliki kewenangan untuk mengganti nama seluruh Teluk.

Sheinbaum menulis surat kepada Google pada bulan Januari untuk meminta perusahaan tersebut mempertimbangkan kembali keputusannya mengganti nama Teluk Meksiko bagi pengguna AS. Bulan berikutnya, ia mengancam akan mengambil tindakan hukum.

Saat itu, Google mengatakan pihaknya membuat perubahan tersebut sebagai bagian dari "praktik lama" untuk mengikuti perubahan nama saat diperbarui oleh sumber resmi pemerintah.

Dikatakan, teluk yang berbatasan dengan AS, Kuba, dan Meksiko, tidak akan diubah bagi orang yang menggunakan aplikasi di Meksiko, dan pengguna di tempat lain di dunia akan melihat label: "Teluk Meksiko (Teluk Amerika)".

Presiden Meksiko Sheinbaum tidak menyebutkan di mana gugatan tersebut diajukan.

Di Google Maps di AS, Teluk Meksiko telah berganti nama menjadi Teluk Amerika.

Kantor berita Associated Press (AP) menolak menggunakan nama Teluk Amerika untuk Teluk Meksiko, menyebabkan konflik dengan Gedung Putih, yang membatasi akses AP ke acara-acara tertentu.

Seorang hakim federal memerintahkan Gedung Putih pada bulan April untuk berhenti mengesampingkan media tersebut.

Trump mengisyaratkan pada hari Rabu bahwa ia mungkin merekomendasikan perubahan cara AS merujuk ke daerah perairan lainnya.

Selama kunjungannya mendatang ke Arab Saudi, ia berencana mengumumkan bahwa AS selanjutnya akan menyebut Teluk Persia sebagai Teluk Arab, AP melaporkan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menanggapi dengan mengatakan ia berharap "rumor tidak masuk akal" tersebut "tidak lebih dari sekadar kampanye disinformasi" dan bahwa tindakan seperti itu akan "menimbulkan kemarahan seluruh rakyat Iran".

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.