Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Desak Russia Terima Gencatan Senjata Tanpa Syarat Selama 30 Hari di Ukraina

📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 11:18 WIB | Oleh:
Trump Desak Russia Terima Gencatan Senjata Tanpa Syarat Selama 30 Hari di Ukraina Doc: MSN
Ket. Gambar dari Vatikan pada 21 April 2025 ini memperlihatkan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky (kanan) dan Presiden Donald Trump.

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump pada Kamis (8/5) mendesak Rusia untuk menerima gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari dengan Ukraina. Pelanggaran apa pun dapat dihukum dengan sanksi.

Trump memperbarui upaya gencatan senjata setelah berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang telah bergerak untuk memperkuat hubungannya dengan pemerintah AS setelah pertikaian sengit di Gedung Putih pada tanggal 28 Februari.

"Pembicaraan dengan Rusia/Ukraina terus berlanjut. AS menyerukan, idealnya, gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari," kata Trump di jejaring sosial Truth Social miliknya setelah berbicara dengan Zelensky.

"Jika gencatan senjata tidak dihormati, AS dan mitranya akan menjatuhkan sanksi lebih lanjut."

Trump mengatakan "kedua negara akan dimintai pertanggungjawaban atas penghormatan terhadap kesucian negosiasi langsung ini" untuk menghentikan konflik yang dimulai ketika Rusia menginvasi Ukraina pada tahun 2022.

Zelensky dengan cepat mendesak Rusia untuk menerima, dengan mengatakan bahwa Rusia harus "membuktikan kesediaan mereka untuk mengakhiri perang."

"Ukraina siap untuk gencatan senjata penuh yang dimulai sekarang, sejak saat ini juga -- 30 hari tanpa ada tindakan. Namun, gencatan senjata itu harus nyata. Tidak ada serangan rudal atau pesawat nirawak, tidak ada ratusan serangan di garis depan," tulis Zelensky di media sosial.

Pada bulan Maret, Ukraina menyetujui usulan AS untuk gencatan senjata tanpa syarat selama 30 hari, tetapi usulan itu dikesampingkan oleh Rusia, yang melihat dirinya sebagai pihak yang unggul di medan perang karena bantuan AS untuk Kyiv menyusut di bawah Trump.

Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan gencatan senjata selama tiga hari untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II pada hari Kamis, di mana Moskow menggelar parade militer besar yang dihadiri oleh Presiden Tiongkok Xi Jinping.

Ukraina menganggap gencatan senjata itu sebagai sandiwara dan mengatakan bahwa Rusia telah melanggar perintahnya sendiri hanya setelah beberapa jam.

"Kapan Rusia pernah menepati janjinya?" kata Anatoly Pavlovych, 73 tahun, di Kyiv.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Sekjen PBB Soroti Tantangan Lonjakan Populasi Lansia

26 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Nasional
Menbud Optimistis Batik Ind...

Janice Tjen Tersingkir dari China Open

52 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Olahraga
Janice Tjen Tersingkir dari...
Luar Negeri
400 Sekolah Ditutup dan Ham...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.