Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Koperasi Merah Putih Diyakini Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja di Berbagai Sektor

📅 Sabtu, 10 Mei 2025, 20:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Koperasi Merah Putih Diyakini Serap 1,6 Juta Tenaga Kerja di Berbagai Sektor Doc: Antara
Ket. Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono memberikan sambutan dalam Seminar Nasional Refleksi Gagasan Koperasi Bung Hatta: Sebagai Upaya Mewujudkan Keadilan Sosial, di Unpad Bandung, Sabtu (10/5).

Bandung - Wakil Menteri Koperasi Ferry Juliantono meyakini Koperasi Merah Putih (KMP) minimal dapat menyerap 1,6 juta tenaga kerja dari 80 ribu unit yang direncanakan dibentuk di seluruh Indonesia.

"Hitung saja, pengawas, pengurus, pengelola, taruhlah 20 orang, dikali 80 ribu. Kan berarti ada 1,6 juta orang terserap (se-Indonesia). Belum termasuk anggota yang akan diajak sebanyak-banyaknya agar bisa produktif mengembangkan ekonomi desa," ujar Ferry selepas seminar Nasional Refleksi Gagasan Koperasi Bung Hatta: Sebagai Upaya Mewujudkan Keadilan Sosial, di Unpad Bandung, Sabtu (10/5).

Untuk KMP yang segera dibentuk dalam waktu dekat, kata dia, akan didorong dan ditargetkan tidak hanya menjadi koperasi simpan pinjam saja, akan tetapi menjadi koperasi yang produktif.

"Nanti hasil produksinya, hasil panen pangan, hortikultura, perkebunan, peternakan, perikanan, itu kan dikelola oleh koperasi," katanya.

Karena, lanjutnya, pemerintah menginginkan koperasi tidak lagi hanya mengelola usaha kecil, namun boleh masuk ke sektor pertambangan, perkebunan kelapa sawit dan bahkan punya pabrik.

"Dulu kita punya industri tekstil, pabrik tekstil, namanya gabungan koperasi batik, kita mau hidupkan lagi sekarang. Ada gabungan koperasi susu, kita akan bikin pabrik pengolahan susu, mulai dari pasteurisasi sampai produksi susu UHT. Jadi koperasi harus gede," ucapnya.

Besarnya koperasi, kata Ferry, sesuai dengan cita-cita salah satu proklamator kemerdekaan Indonesia Muhammad Hatta yang idealismenya diulas dalam seminar ini, dengan poin yang didapat koperasi harus bisa mengakomodir anak muda dan menjadi sokoguru perekonomian nasional guna mengimplementasikan pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan ekonomi Pancasila.

"Jadi gagasan kita tentang koperasi itu bisa hidup berkembang lagi dan kita sebagai generasi penerus tentu akan mengembangkannya," kata dia.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Hatta Meutia Farida Hatta menilai seminar ini sangat penting karena akan membuka wawasan generasi muda soal pentingnya koperasi. Dia juga menyambut baik rencana pemerintah saat ini yang akan memajukan koperasi.

"Seperti tadi Pak Wamen mengatakan, menghidupkan kembali dan tentu sesuai dengan pikiran Bung Hatta, jadi kalau keluarga dan Yayasan Hatta, saya kira tugas kami adalah meneruskan apa yang di masa lalu belum tepat, jadi kami juga ingin peranan koperasi masuk ke masyarakat dan juga masyarakat siap untuk koperasi," ujar Meutia.

Saudara Meutia Hatta yang juga jadi salah satu pembicara dalam seminar ini, Halida Hatta, mengingatkan koperasi adalah satu organ di mana orang per orang harus mau bekerja dan memiliki martabat.

"Jadi tiap orang harus percaya pada martabatnya percaya pada kemampuannya lalu mau bekerja bersama untuk menghasilkan SDM yang bisa berembuk sama-sama untuk menghasilkan satu produk yang baik, kerja ekonomi yang baik karena ini masalah penghidupan organisasi, masalah penghidupan ekonomi jadi bukan nomer 1 insentif, nomer 1 profit, bukan itu, karena itu akan terjadi dengan sendirinya dengan modal yang keras," tutur Halida.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.