Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aksi 'Asap Merah Muda' Warnai Konklaf, Miriam Duignan Desak Paus Baru Inklusif

📅 Jumat, 09 Mei 2025, 10:33 WIB | Oleh:
Aksi 'Asap Merah Muda' Warnai Konklaf, Miriam Duignan Desak Paus Baru Inklusif Doc: BuzzFeed/yds
Ket. Asap merah muda ternyata sebagai harapan bahwa suatu hari nanti Gereja dapat menyambut perempuan sebagai orang yang setara.

ROMA, ITALIA - Aksi 'asap merah muda' ini menjadi pengingat kuat akan isu ketidaksetaraan gender yang masih mengakar dalam struktur Gereja Katolik, bahkan di tengah momen krusial pemilihan pemimpin tertinggi.

Para aktivis berharap, Paus yang terpilih memiliki keberanian untuk membuka dialog yang lebih inklusif dan mempertimbangkan peran serta perempuan dalam berbagai aspek kehidupan Gereja.

Di tengah jalannya Konklaf tertutup di Kapel Sistina untuk memilih pengganti mendiang Paus Fransiskus, pemandangan tak biasa muncul di langit Roma pada Rabu (7/5) lalu. Alih-alih asap hitam atau putih yang lazim menandai hasil pemungutan suara para Kardinal, kepulan asap berwarna merah muda terlihat membumbung.

Aksi simbolis ini ternyata dilakukan oleh kelompok aktivis perempuan Katolik yang gigih menyuarakan tuntutan inklusi dan kesetaraan gender dalam tubuh Gereja Katolik.

Mereka menyalakan suar di sebuah bukit yang menghadap Basilika Santo Petrus sebagai bentuk protes atas eksklusi perempuan dari proses pengambilan keputusan penting seperti Konklaf.

Miriam Duignan dari Institut Wijngaards di Cambridge menjadi salah satu suara lantang dalam aksi ini. Ia menegaskan bahwa sudah saatnya para Kardinal menyadari ketidakadilan yang dialami oleh separuh populasi umat Katolik.

"Kami ingin menyampaikan kepada para Kardinal, Anda tidak bisa terus mengabaikan 50 persen populasi Katolik," ujarnya. "Siapa pun yang mereka pilih menjadi Paus baru harus cukup berani untuk menangani masalah inklusi perempuan dengan baik."

Duignan menyoroti ironi dalam proses Konklaf, di mana 133 Kardinal pria secara eksklusif menentukan masa depan Gereja tanpa melibatkan suara perempuan.

"Satu-satunya wanita yang akan dilihat oleh 133 pria itu dalam beberapa hari ke depan adalah para biarawati yang membersihkan kamar mereka dan menyajikan makanan," ungkapnya.

Senada dengan Duignan, Kate McElwee, Direktur Eksekutif Women's Ordination Conference, menggambarkan situasi ini sebagai "ketidakadilan" dan "krisis" bagi Gereja.

"Sementara dunia mungkin menunggu asap putih atau asap hitam, kami mengirimkan asap merah muda sebagai harapan kami bahwa suatu hari nanti Gereja dapat menyambut perempuan sebagai orang yang setara," tegas McElwee.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
7.000 Warga Cianjur dapat E...
Nasional
T50 Summit 2026 Umumkan 50 ...
Megapolitan
TNI Batalkan Puncak HUT ke-...

Bulu Tangkis Putri Indonesia Lolos ke Semifinal

45 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Putri Indonesi...
Advertisement
Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

Banjir Bandang Terjang Arosuka, Jalan Solok-Padang Putus Sementara.

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.