Kemendiktisaintek Luncurkan Program Hilirisasi Riset Tahun 2025

Kamis, 08 Mei 2025, 23:19 WIB

JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) secara resmi meluncurkan Program Pendanaan Hilirisasi Riset-Pengujian Model & Prototipe Tahun 2025. Program ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam memperkuat ekosistem inovasi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, menetangkan, program tersebut dalam rangka rangka mewujudkan Asta Cita dari Nomor 1 sampai dengan 8 melalui pengembangan riset dan pengembangan yang memiliki dampak. Salah satu amanat Asta Cita yang menjadi fokus utama dalam program ini yaitu Nomor 5: melanjutkan hilirisasi dan mengembangkan industri berbasis sumber daya alam, untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Ket. Foto: Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintrk, Fauzan Adziman. — Sumber: Istimewa

“Kita ingin memastikan bahwa riset pada akhirnya bisa memberikan dampak pada permasalahan yang ada di Industri, masyarakat dan pemerintah," ujar Brian, dalam acara Peluncuran Hilirisasi Riset 2025, di Jakarta, Kamis (8/5).

Dia menjelaskan, suatu produk atau kebijakan harus memiliki basis pengetahuan yang sangat kuat. Piihaknya berkomitmen memperkuat dan mendorong riset untuk menjadi suatu produk komersial yang melibatkan industri.

"Diharapkan program penelitian yang didorong ke arah hilir bisa betul-betul dimanfaatkan,” jelasnya.

Brian menerangkan, program pendanaan kompetitif ini bertujuan mendorong riset-riset inovatif agar tidak berhenti di publikasi saja. Dia berharap, riset-riset yang didanai dapat berkembang menjadi model atau prototipe yang siap terap dan dapat diadopsi oleh Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).

"Selain memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan DUDI, program ini juga diharapkan menciptakan nilai tambah melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas lokal, dan pelaku UMKM," katanya.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan, Kemendiktisaintrk, Fauzan Adziman, menuturkan, pengusulan proposal dibuka mulai 7 hingga 20 Mei 2025 melalui platform Basis Informasi Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (BIMA). Pada Tahun 2025 ini, Program Hilirisasi Riset-Pengujian Model dan Prototipe menetapkan delapan bidang fokus utama, yaitu pangan, energi terbarukan, kesehatan (obat), transportasi, rekayasa keteknikan, pertahanan-keamanan, kemaritiman, serta sosial humaniora-pendidikan-seni-budaya.

"Bidang riset lainnya yang bersifat lintas disiplin juga diakomodasi," ucapnya.

Direktur Hilirisasi dan Kemitraan, Kemendiktisaintek, Yos Sunitiyoso, Program ini dirancang agar dapat meningkatkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) dari level 4 hingga 9, serta mendukung pengembangan produk inovatif lokal yang berdaya saing global. Program Pengujian model dan prototipe ini merupakan bagian dari rangkaian inisiatif hilirisasi riset yang tengah dikembangkan.

"Ke depannya, program ini akan dilengkapi dengan berbagai skema lain untuk mendukung fasilitasi uji kelayakan pasar hingga pendampingan kemitraan dengan industri,” tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.