Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kolaborasi Pemkab Rejang Lebong dengan Masyarakat Lokal dalam Kelola Obyek Wisata

📅 Rabu, 07 Mei 2025, 22:55 WIB | Oleh:
Kolaborasi Pemkab Rejang Lebong dengan Masyarakat Lokal dalam Kelola Obyek Wisata Doc: Antara

Rejang Lebong, Bengkulu - Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaan obyek wisata yang ada di daerah itu.

Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri di Rejang Lebong, Rabu, mengatakan di Kabupaten Rejang Lebong saat ini terdapat 94 lokasi wisata, di mana dari sekian banyak lokasi wisata yang sudah berkembang baru sedikit yang memberikan kontribusi terhadap daerah.

"Kalau wisata kita ingin dikunjungi orang kita harus menerima tamu dengan ramah, kemudian juga melayani wisatawan dengan baik pula. Keamanannya perlu dijaga, untuk itu masyarakat lokal harus dilibatkan," tegas dia.

Untuk menjaga keamanan di lokasi wisata, menurut dia, perlu pelibatan masyarakat lokal yang berada di sekitar lokasi wisata sehingga mereka memiliki tanggung jawab guna menjaga keamanannya.

"Selama ini keberadaan masyarakat sekitar lokasi wisata tidak dilibatkan sehingga sering terjadi tindak kejahatan yang dialami wisatawan yang berkunjung ke lokasi wisata yang ada di sini," tegasnya.

Menurut dia, dengan adanya pelibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan lokasi wisata di 15 kecamatan di Rejang Lebong optimistis masyarakat akan berpikir positif dan bersama-sama menjaga keamanan.

Sementara itu untuk menjadikan Kabupaten Rejang Lebong sebagai tujuan wisata, tambah dia, pihaknya akan menyusun Perda Penetapan Kabupaten Rejang Lebong Sebagai Kabupaten Wisata, sehingga investor akan tertarik berinvestasi di bidang pariwisata, kemudian para wisatawan juga akan berdatangan karena daerah itu sudah menjadi salah satu tujuan wisata di Provinsi Bengkulu.

Di Kabupaten Rejang Lebong saat ini sudah ada dua obyek wisata milik daerah yakni Pemandian Suban Air Panas dan Danau Mas Harun Bastari (DMHB), kemudian yang dikelola BKSDA ialah TWA Gunung Api Bukit Kaba, serta Hutan Madapi yang dikelola oleh Balai TNKS. Sedangkan yang lainnya dikelola oleh desa, serta obyek wisata yang dikelola secara pribadi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.