Terminal Khusus Jemaah Haji Tingkatkan Screening Kesehatan
Selasa, 06 Mei 2025, 20:26 WIBJAKARTA - Pakar Epidemiologi dari Universitas Griffith, Dicky Budiman, mengapresiasi langkah pemerintah menyediakan terminal khusus bagi jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta. Menurutnya, keberadaan terminal khusus akan meningkatkan screening kesehatan terhadap jemaah baik ketika berangkat maupun kembali dari tanah suci.
"Ini hal yang sangat positif. Pertama karena ini artinya bisa menjadi perlindungan kesehatan jemaah sebagai prioritas utama yang dilakukan oleh pemerintah," ujar Dicky, kepada Koran Jakarta, Senin (5/5).
Dia menjelaskan, dalam konteks global health security, keberadaan terminal khusus seperti ini dapat berfungsi sebagai buffer zone mitigasi risiko biosecurity. Terutama ketika terjadi kejadian luar biasa di Arab Saudi atau di tempat transit dari para jemaah haji ini.
"Ini bisa jadi MERS atau potensi pandemi lainnya. Artinya, ini sangat baik karena bisa jadi buffer zone mitigasi risiko," jelasnya.
Dicky mengungkapkan, adanya terminal khusus meningkatkan martabat dan layanan jemaah haji. Kenyamanan fasilitas ini penting, karena banyak jemaah haji atau umroh yang lanjut usia (lansia) dan memiliki komorbid.
Dia menyarankan, di terminal tersebut perlu ada akses cepat untuk jemaah dengan risiko tinggi. Selain itu, ada juga fasilitas ruang konsultasi kesehatan yang terintegrasi, termasuk layanan farmasinya.
"Ada juga penempatan untuk membangun literasi para jemaah haji ini, yang tentu bukan hanya dalam bentuk health promotion booth, tapi juga harusnya ada volunteer kesehatan," katanya.
Sebagai informasi, Terminal Khusus Haji dan Umrah telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang seperti masjid seluas lebih dari 3.000 meter persegi, tempat manasik, ruang tunggu yang sejuk dan nyaman, area produk halal, makanan halal, serta lounge. Selain itu, konektivitas dengan transportasi publik juga telah ditingkatkan melalui jalur bus dan kereta api.
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan bahwa terminal ini kini menjadi pusat pelayanan (epicenter) untuk jemaah haji dan umrah. Dia berharap terminal tersebut dapat memberikan kenyamanan serta kemudahan bagi seluruh jemaah.
"Terminal ini luar biasa, Karena ini bukan hanya akan dipakai untuk jemaah haji saja, tapi juga akan dipakai umrah. Ada sekitar 300.000 jemaah umrah setiap bulan dan nanti akan menggunakan tempat ini," tuturnya.
- Dicky Budiman
- Terminal Khusus Haji dan Umrah
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.