Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diskon BINA 2025: Pemerintah Pacu Belanja, Bagaimana dengan Konsumsi Berkelanjutan?

📅 Senin, 05 Mei 2025, 13:00 WIB | Oleh:
Diskon BINA 2025: Pemerintah Pacu Belanja, Bagaimana dengan Konsumsi Berkelanjutan? Doc: idxchannel/yds
Ket. Pemerintah berencana melanjutkan program diskon Belanja di Indonesia Aja (BINA) pada berbagai hari besar nasional dan daerah sepanjang tahun 2025.

JAKARTA - Pemerintah berencana melanjutkan program diskon Belanja di Indonesia Aja (BINA) pada berbagai hari besar nasional dan daerah sepanjang tahun 2025. Tindakan ini diambil sebagai upaya untuk menggenjot konsumsi masyarakat yang dinilai sebagai motor utama penggerak perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menekankan kontribusi signifikan sektor konsumsi rumah tangga terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Program serupa sebelumnya, Friday Mubarak dan BINA Lebaran, diklaim berhasil mencatatkan nilai transaksi lebih dari Rp100 triliun, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap produk dalam negeri.

Rencananya, program BINA akan terus bergulir dalam berbagai momentum, mulai dari HUT Jakarta, libur sekolah, HUT Kemerdekaan RI, hingga Harbolnas di akhir tahun. Pemerintah berharap kelanjutan program ini dapat terus mendorong peningkatan konsumsi dan berdampak positif pada pertumbuhan ekonomi nasional.

Namun, upaya pemerintah dalam mendorong konsumsi ini memunculkan pertanyaan terkait gaya hidup bijak konsumsi. Dr. Retno Wulandari, seorang sosiolog konsumen dari Universitas Indonesia, mengingatkan pentingnya keseimbangan.

"Mendorong konsumsi memang baik untuk ekonomi, tetapi perlu diiringi edukasi mengenai konsumsi yang bertanggung jawab. Diskon besar-besaran berpotensi mendorong masyarakat untuk berbelanja secara impulsif dan berlebihan, yang tidak sejalan dengan prinsip gaya hidup bijak konsumsi," ujarnya.

Lebih lanjut, Tulus Abadi, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), menekankan perlunya perlindungan konsumen di tengah gempuran diskon.

"Pemerintah juga perlu memastikan bahwa program diskon ini tidak dimanfaatkan oleh oknum pedagang untuk praktik-praktik yang merugikan konsumen, seperti diskon palsu atau kualitas produk yang menurun. Edukasi mengenai hak dan kewajiban konsumen juga penting agar masyarakat dapat berbelanja secara cerdas," ungkapnya.

Meski bertujuan baik untuk menggerakkan ekonomi, kelanjutan program diskon BINA perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan konsumsi dan perlindungan konsumen agar tidak bertentangan dengan prinsip gaya hidup bijak konsumsi yang semakin relevan di era modern ini. Pemerintah diharapkan dapat menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi dan kesadaran akan konsumsi yang bertanggung jawab.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.