Cegah Penyimpangan, SMMPTN-Barat 2025 Libatkan KPK

Senin, 05 Mei 2025, 19:50 WIB

JAKARTA - Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) Wilayah Barat 2025 melibatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mencegah penyimpangan. Ketua SMMPTN-Barat 2025, Ibrahim, mengatakan, kerja sama dengan KPK sudah berjalan tiga tahun mencakup transparansi, salah satunya terkait kuota mahasiswa baru.

"Kita juga dikontrol penuh terkait dengan kuota. Jadi jangan sampai kuota nanti yang ada di website dan yang diterima di terakhir itu kan berbeda," ujar Ibrahim, dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (5/5).

Ket. Foto: Konferensi pers Grand Launching Seleksi Mandiri Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SMMPTN) wilayah Barat 2025, di Jakarta, Senin (5/5). — Sumber: Istimewa

Dia melanjutkan, pencegahan juga terkait Iuran Pengembangan (IP) institusi. Dia memastikan, IP di masing-masing program studi (prodi) harus dipublikasikan sehingga peserta tahu jumlah yang mesti dibayar setelah lulus.

"Nanti begitu mereka (peserta) daftar mereka tuh langsung tahu kalau di prodi itu IP-nya sekian. Jadi langsung kita umumkan ketika dia daftar," jelasnya.

Pendaftaran SMMPTN-Barat 2025 telah dibuka secara online pada Minggu, 4 Mei 2025, pukul 16.00 WIB. Tahun ini ada 28 perguruan tinggi negeri yang berada di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Jawa wilayah Barat yang berpartisipasi dalam SMMPTN-Barat 2025.

Sebagai informasi, 28 perguruan tinggi negeri yang bisa dipilih dalam SMMPTN-Barat 2025 yaitu USK, Unimal, UTU, Unsam, ISBI, UNRI, UNJA, Unib, Unand, ISI Padang Panjang, UMRAH, UBB, Itera, UIN Syarif KAsim, UIN Mahmud Yunus, USU, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary, Unila, Unsri, UIN Imam Bonjol, Untirta, Unsil, UPNVJ, ISBI Bandung, Unsika, UPR, Untan. SMMPTN-Barat 2025 memiliki kuota 993 prodi dengan jumlah 17.909 kursi calon mahasiswa.

Inspektur Jenderal Kemendiktisaintek, Chatarina M. Girsang mengatakan semakin banyak PTN yang tergabung pada SMMPTN-Barat 2025 menunjukkan penyelenggaraannya yang semakin objektif dengan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Menurutnya, SMMPTN-Barat 2025 juga semakin baik dalam menjaga integritas dan akuntabilitas pada seluruh tahapan seleksi.

"Pada pelaksanaan seleksi mandiri, isu transparansi masih menjadi masalah. Namun, SMMPTN-Barat semakin bisa menunjukkan peran transparansi sebagai kunci proses seleksinya," ucapnya.

Ketua Pokja SMMPTN-Barat, Suhendrayatna peserta SMMPTN-Barat 2025 adalah siswa lulusan angkatan 2023, 2024, dan 2025, kecuali beberapa PTN yang masih memberlakukan lulusan 5 tahun dan 10 tahun terakhir. Untuk biaya pendaftaran sebesar 375 ribu rupiah.

  • KPK
  • Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
  • SMMPTN-Barat

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.