Pria Bersenjata Tembak Mati 3 Warga di Daerah Konflik Thailand Selatan

Sabtu, 03 Mei 2025, 15:30 WIB

BANGKOK - Seorang pria bersenjata menembak mati tiga orang termasuk seorang anak di wilayah selatan Thailand yang dilanda pemberontakan, kata polisi Sabtu (3/5).

Penyerang melepaskan tembakan pada Jumat malam di daerah permukiman distrik Tak Bai di provinsi Narathiwat, salah satu dari tiga provinsi berpenduduk mayoritas Muslim di ujung selatan Thailand yang dilanda pemberontakan separatis selama puluhan tahun.

Ket. Foto: Anggota regu penjinak bom Thailand memeriksa lokasi serangan yang diduga dilakukan oleh militan Muslim di provinsi Yala yang menewaskan sedikitnya 15 orang pada tahun 2019 — Sumber: AFP

Tiga orang tewas, termasuk seorang anak perempuan berusia sembilan tahun dan seorang pria berusia 75 tahun, kata polisi.

"Satu korban meninggal di tempat kejadian, dan dua lainnya meninggal karena luka-luka mereka di rumah sakit," kata petugas polisi setempat Watthana Thurarat kepada AFP. Dua orang lainnya terluka.

Top of Form

Bottom of Form

Polisi yakin tersangka, yang masih buron, terkait dengan kelompok pemberontak, kata Watthana.

Kekerasan kerap mengguncang provinsi-provinsi selatan kerajaan, yaitu Narathiwat, Pattani, dan Yala, tempat para separatis yang memperjuangkan otonomi lebih besar bagi wilayah yang berbeda agama tersebut telah menewaskan lebih dari 7.000 orang sejak tahun 2004.

Akan tetapi, serangan terhadap warga sipil di kawasan permukiman masih relatif jarang, dan sebagian besarnya menargetkan personel keamanan.

Pada tahun 2004, pasukan keamanan Thailand menembaki kerumunan pengunjuk rasa di luar kantor polisi di Tak Bai, menewaskan tujuh orang.

Selanjutnya, 78 orang lainnya mati lemas di belakang truk militer setelah mereka ditangkap - tindakan keras mematikan yang secara luas dilihat sebagai pemicu kerusuhan di bagian selatan negara mayoritas beragama Buddha tersebut.

Tahun lalu, pengadilan Thailand menolak kasus Tak Bai yang telah lama tertunda, yang diajukan oleh keluarga korban terhadap tujuh pejabat, ketika undang-undang pembatasan berakhir.

Para analis telah memperingatkan keputusan tersebut dapat semakin mengobarkan ketegangan di kawasan tersebut.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

Berita Terbaru

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

Polda Banten Ungkap Sindikat Curanmor Spesialis Pick-up di 14 Lokasi

Tetap Tunjukkan Dedikasi dan Keberanian, Perwira polisi Terluka Kena Pecahan Kaca saat Gerebek Gudang Uang Palsu di Tangsel

93.782 Ton Beras Siaga! BULOG Antisipasi Bencana NTT Hingga 10x Masa Darurat

Gubernur Bali Minta Peradi Siapkan Pendampingan Hukum Perkuat Desa Adat

Wagub Rano Buka Jakarta Beat Society 2026: Komitmen Perluas Ruang Kreatif Musisi Lokal

Pemkab Lebak Bantu Pasarkan Produk UMKM Lewat Bazar

Dukung Penanganan Karhutla, Kemenhub Fasilitasi Penggunaan Pesawat Registrasi Asing

Kemenag Targetkan Keterlibatan 1.781.945 Peserta dalam Gema Selawat Sambut Maulid Nabi

Coba Lerai Perkelahian, Dua Polisi Dikeroyok Masa saat Karnaval di Blora

Gubernur Pramono Sebut Keluarga Kuat dan Masyarakat Peduli Jadi Kunci Kerukunan Jakarta

Dua Anggota Polisi Jadi Korban Pengeroyokan saat Karnaval HUT RI di Blora

BNPB Perkuat OMC-Armada Pemadaman Karhutla di Kalimantan

Panen Durian dan Manggis di Lebak Serap Ribuan Tenaga Kerja

Labuan Bajo Normal Pascagempa NTT, Kemenpar Minta Aktivitas Wisata Utamakan Keselamatan

Nicolas Cage Akhirnya akan Kembali dalam National Treasure 3

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.