Mendikdasmen: Dua Program Pendidikan Indonesia Raih Penghargaan Internasional
Jumat, 12 Jun 2026, 17:22 WIBJAKARTA - Dua program unggulan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadi sorotan setelah meraih pengakuan internasional bergengsi. Rumah Pendidikan dan Anugerah Bug Bounty terpilih sebagai Champion Project dalam ajang WSIS Prizes 2026.
Penghargaan tersebut diselenggarakan International Telecommunication Union, badan telekomunikasi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang menaungi inovasi digital global. Ajang ini menjadi salah satu bentuk pengakuan tertinggi terhadap inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan dunia.
Keberhasilan tersebut memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan Infrastruktur Digital Publik yang aman, inklusif, dan berkelanjutan. Capaian itu juga menunjukkan kemampuan Indonesia menghadirkan inovasi digital yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Rumah Pendidikan merupakan superaplikasi yang mengintegrasikan berbagai layanan pendidikan dalam satu ekosistem digital nasional terpadu. Platform ini dirancang untuk memudahkan akses layanan pendidikan bagi peserta didik, guru, dan masyarakat.
Sementara itu, Anugerah Bug Bounty merupakan program keamanan siber berbasis pelaporan kerentanan yang melibatkan publik. Program tersebut mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan ekosistem digital pendidikan secara berkelanjutan.
Kedua program tersebut menjadi bagian dari Digitalisasi Pembelajaran yang masuk Program Hasil Terbaik Cepat Presiden. Program ini bertujuan menghadirkan ruang belajar yang lebih dinamis, interaktif, dan merata bagi seluruh siswa.
Digitalisasi pembelajaran hadir sebagai respons terhadap berbagai tantangan pendidikan yang masih dihadapi Indonesia saat ini. Tantangan tersebut mencakup rendahnya literasi serta dampak learning loss yang muncul setelah pandemi.
Komitmen pemerintah terhadap transformasi pendidikan diperkuat melalui Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025. Kebijakan tersebut menekankan revitalisasi satuan pendidikan dan penerapan digitalisasi pembelajaran secara menyeluruh di Indonesia.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti menyatakan, capaian tersebut sebagai pengakuan atas komitmen nasional. Menurut dia, transformasi digital pendidikan tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pemerataan akses belajar.
"Pengakuan ini membuktikan bahwa transformasi digital pendidikan Indonesia bukan sekadar agenda teknologi. Setiap murid berhak memperoleh pendidikan berkualitas tanpa dibatasi kondisi geografis dan sosial," kata Mu'ti dikutip dalam laman kemendikdasmen.go.id, Jumat (12/6).
Penghargaan tersebut diraih melalui proses seleksi ketat yang melibatkan peserta dari berbagai negara dunia. Dari 1.596 proyek yang terdaftar, hanya 360 nominasi terbaik yang mewakili 18 kategori.
Pada tahap pemungutan suara daring, ajang tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 2,2 juta suara publik. Dukungan masyarakat mengantarkan kedua inovasi Kemendikdasmen unggul pada kategori yang diikutinya masing-masing.
Rumah Pendidikan berhasil menjadi Champion Project pada kategori E-Government dalam kompetisi tingkat internasional tersebut. Anugerah Bug Bounty meraih capaian serupa pada kategori Building Confidence and Security in Use of ICTs.
Abdul Mu'ti menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pengembangan kedua program tersebut. Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi guru, siswa, dan masyarakat yang peduli pendidikan.
Meski telah berstatus Champion Project, proses penilaian WSIS Prizes 2026 masih terus berlangsung saat ini. Para finalis akan bersaing memperebutkan gelar pemenang utama yang diumumkan pada Juli mendatang.
Melalui capaian tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya memperkuat transformasi digital pendidikan yang berkelanjutan. Langkah itu sejalan dengan tujuan menghadirkan pendidikan berkualitas, aman, dan setara bagi seluruh anak. ils/I-1
- mendikdasmen
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.