Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jadi Basis Kampus, Minat Baca di Depok Sleman Malah Rendah, Kok Bisa?

📅 Sabtu, 03 Mei 2025, 14:51 WIB | Oleh:
Jadi Basis Kampus, Minat Baca di Depok Sleman Malah Rendah, Kok Bisa? Doc: ANTARA
Ket. Kab. Sleman memiliki penilaian dengan tingkat baca yang lebih tinggi dibandingkan Depok, wilayah basis kampus.

SLEMAN - Sebuah fenomena menarik terungkap dari hasil survei terbaru Tingkat Kegemaran Membaca (TGM) Kabupaten Sleman tahun 2025. Kapanewon Moyudan, sebuah wilayah yang dikenal dengan suasana pedesaan yang tenang, justru mencatatkan minat baca tertinggi di Sleman dengan skor 2,65 poin. Hasil ini jauh melampaui Kapanewon Depok, yang notabene merupakan jantung pendidikan tinggi di Sleman.

Data Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman yang dirilis pada Rabu (31/4/2024) lalu ini menimbulkan pertanyaan besar. Bagaimana bisa Depok, yang menjadi rumah bagi 25 perguruan tinggi ternama, termasuk Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, justru memiliki minat baca paling rendah di Sleman dengan skor 2,44 poin?

Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sleman, Abu Bakar, menjelaskan bahwa survei ini melibatkan tim akademisi dari UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta untuk menjamin objektivitas. Survei dilakukan di 17 kapanewon dengan melibatkan 2.951 responden dari berbagai latar belakang.

"Kami menggandeng akademisi agar hasil survei lebih valid dan representatif," ujarnya. Hasil survei secara umum menunjukkan minat baca masyarakat Sleman tergolong tinggi (2,57 poin), meskipun jumlah buku yang dibaca masih rendah (2,4 poin), tetapi frekuensi membaca sudah baik (2,7 poin).

Dr. Ratna Wulandari, seorang sosiolog pendidikan dari UGM, menduga beberapa faktor bisa menjadi penyebab fenomena unik ini.

"Di Depok, dengan banyaknya mahasiswa, fokus utama mungkin lebih pada materi perkuliahan dan tugas akademik yang bersifat spesifik. Sementara di Moyudan, dengan aktivitas yang mungkin lebih beragam dan akses ke sumber informasi yang tidak terlalu tersentralisasi pada kampus, masyarakat mungkin memiliki dorongan yang lebih besar untuk mencari informasi dan hiburan melalui membaca buku," jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) yang lebih merata di luar Depok bisa menjadi faktor pendukung.

Agus Riyanto, seorang pengelola TBM di Sleman, juga memiliki pandangan menarik.

"Meskipun Depok memiliki jumlah TBM terbanyak (bersama Ngemplak), efektivitas dan program yang ditawarkan mungkin berbeda-beda. Di daerah seperti Moyudan, dengan jumlah TBM yang lebih sedikit, pengelola mungkin lebih fokus dan inovatif dalam menarik minat baca masyarakat," katanya.

Data Forum TBM Sleman tahun 2024 mencatat Depok memiliki lima TBM, sementara Moyudan hanya satu. Fenomena ini menunjukkan bahwa kuantitas infrastruktur literasi tidak selalu berbanding lurus dengan tingkat minat baca masyarakat.

Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk memahami secara mendalam faktor-faktor sosial, ekonomi, dan budaya yang memengaruhi perbedaan minat baca antar wilayah di Sleman ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
AS Kirim Dua Jet Tempur F-1...
Advertisement
7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

7 Event Jakarta Akhir Pekan 3-4 Oktober: Ada Indonesia Comic Con hingga JICAF 2026

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.