Pemadaman Listrik di Bali, Warga Mengeluh, PLN Minta Maaf
Sabtu, 03 Mei 2025, 09:19 WIBDENPASAR - Masyarakat Bali sempat merasakan ketidaknyamanan akibat gangguan listrik yang melanda hampir seluruh wilayah pada Jumat (2/5) sore, sekitar pukul 16.00 WITA.
Pemadaman yang terjadi secara tiba-tiba ini menimbulkan berbagai dampak, mulai dari terganggunya aktivitas rumah tangga hingga operasional sejumlah fasilitas publik.
PT PLN (Persero) bergerak cepat mengatasi gangguan tersebut. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang memimpin langsung upaya pemulihan di lapangan, menyatakan bahwa ratusan personel PLN langsung diterjunkan begitu laporan gangguan diterima.
Kerja keras tim membuahkan hasil, dan dalam waktu kurang dari 12 jam, tepatnya Sabtu (3/5) pukul 03.30 WITA, seluruh pelanggan di Bali kembali menikmati aliran listrik secara normal.
"Hingga saat ini, personel kami di lapangan tetap bersiaga untuk terus menjaga dan memastikan pasokan listrik di Bali telah 100% pulih, termasuk pada tempat-tempat vital di sektor pelayanan umum seperti rumah sakit, bandara, pelabuhan, dan pusat-pusat keramaian," ujar Darmawan dalam keterangan resminya.
Ia menambahkan bahwa PLN terus berupaya maksimal untuk mengevaluasi dan memperkuat sistem kelistrikan agar kejadian serupa tidak terulang.
Indikasi sementara penyebab gangguan mengarah pada masalah teknis pada sistem penyaluran kabel laut. "Secara teknis, indikasi gangguan terpantau terjadi pada sistem penyaluran kabel laut, namun kepastian penyebabnya masih terus ditelusuri," jelas Darmawan, sembari menepis isu bahwa pemadaman disebabkan oleh serangan siber atau faktor lainnya.
Dampak Pemadaman Dirasakan Masyarakat dan Pelaku Usaha
Pemadaman listrik yang terjadi cukup lama ini tentu menimbulkan dampak signifikan bagi berbagai pihak. Made Wirawan, seorang pemilik restoran di kawasan Seminyak, mengaku sangat terganggu dengan kejadian ini.
"Tentu sangat mengganggu, Mas. Kami jadi tidak bisa maksimal melayani pelanggan. Mesin kasir tidak berfungsi, dapur juga gelap. Semoga ke depan tidak terjadi lagi," ungkapnya saat dihubungi via telepon.
Senada dengan Made, Ni Luh Putu, seorang ibu rumah tangga di Denpasar, juga merasakan dampak pemadaman.
"Mau masak jadi susah, anak-anak juga kegerahan. Apalagi saat maghrib tadi gelap sekali," tuturnya. Ia berharap PLN dapat segera menemukan penyebab pasti gangguan dan mengambil langkah pencegahan yang lebih baik.
PLN sendiri menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dan mengapresiasi kesabaran serta pengertian dari seluruh pelanggan. Upaya investigasi mendalam terus dilakukan untuk memastikan keandalan pasokan listrik di Pulau Dewata tetap terjaga.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Yuniar Dwi Setiawati
Berita Terkait:
-
MPR RI Dukung Rumah Layak dan Keluarga Produktif Melalui BSPS
-
Naik, Harga Tiket Final Piala Dunia Mencapai $10.990
-
Sumatera Gelap Gulita! PLN Ungkap Penyebab Listrik Padam Massal.
-
Jangan Sampai Tercecer, Bansos ke Bencana Sumatera Harus Dikawal
-
Libur Panjang Picu Lonjakan Pendakian di Gunung Rinjani
-
Ribuan Wisatawan "Kepung" Pantai Ujung Pandaran H+2 Lebaran, Ternyata Ini Rahasia Daya Tariknya
-
Hanya Rp243! Cek Syarat Promo Tarif MRT Jakarta Spesial Edisi 24 Maret 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.