• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Cuaca Panas Ekstrem Ancam ...

Cuaca Panas Ekstrem Ancam Jemaah Haji, Ini Pesan Penting Ahli Gizi RSCM 

Sabtu, 03 Mei 2025, 07:00 WIB

JAKARTA - Terhidrasi berarti tubuh memiliki cukup cairan, terutama air, untuk menjalankan fungsi-fungsinya dengan baik. Terhidrasi membantu menjaga suhu tubuh, melancarkan aliran darah, mendukung kinerja organ, dan mencegah dehidrasi. 

Jika tubuh kekurangan cairan, seseorang mungkin merasakan lelah, pusing, sulit berkonsentrasi, atau mengalami masalah kulit. Karenanya, hal itu harus dihindari, khususnya bagi jamaah calon haji yang hendak ke Aran Saudi. 

Ket. Foto: Jamaah calon haji yang hendak diberangkatkan ke Arab Saudi berjalan menuju ke Makkah Route di Terminal 2F Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (1/5/2025) malam.  — Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Ahli diet dan ahli gizi menyarankan para calon haji selama berada di Tanah Suci memastikan tubuh tetap terhidrasi, karena wilayah Arab Saudi dilaporkan berpeluang menghadapi cuaca panas ekstrem semasa pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

Ahli diet Fitri Hudayani dari Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta menyarankan para calon haji minum air putih setidaknya dua liter per hari.

"Minumlah air putih minimal dua liter per hari, diutamakan dalam bentuk air putih," kata Fitri saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (2/5). 

Buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan timun juga bisa dikonsumsi untuk menambah asupan cairan.

Fitri menekankan pentingnya anggota jamaah haji memperhatikan asupan cairan saat melakukan aktivitas fisik yang lebih berat seperti berjalan jauh di Tanah Suci.

"Jika ingin minuman yang dingin, konsumsi lah dengan moderat, yang tidak terlalu banyak bahan tambahan es-nya, atau suhu tidak terlalu dingin," katanya.

Menurut dia, calon haji sebaiknya menghindari mengonsumsi minuman berkafein, karena bisa memperparah dehidrasi dan memperburuk kondisi tubuh dalam cuaca panas. 

Ia menyampaikan bahwa minuman berkarbonasi sebaiknya juga dihindari, yang dapat menyebabkan perut kembung dan menimbulkan rasa tidak nyaman pada perut.

Makanan dan minuman yang tinggi lemak serta makanan pedas, ia melanjutkan, sebaiknya juga dihindari karena bisa meningkatkan suhu tubuh.

Selain itu, sebaiknya memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi bersih dan aman. Cek label kemasan untuk memastikan produk makanan dan minuman belum kedaluwarsa.

Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, MS juga menyarankan calon haji selama berada di Tanah Suci selalu membawa bekal air putih agar bisa langsung minum saat membutuhkan.

"Selalu sediakan air putih dan minum sebelum terasa haus," katanya saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Di samping itu, dia menyarankan para calon haji untuk mengonsumsi lebih banyak buah-buahan dengan kandungan air tinggi dan menggunakan payung saat beraktivitas di bawah terik matahari guna menghindari dehidrasi.

Gejala dehidrasi antara lain merasa kehausan; mulut, bibir, dan kulit kering; jarang buang air kecil; serta urine warnanya lebih gelap dan baunya lebih kuat.

Calon haji yang mengalami gejala dehidrasi yang tidak juga reda dianjurkan segera berkonsultasi dengan dokter.

Kementerian Agama telah mengimbau jamaah calon haji Indonesia untuk mewaspadai dampak cuaca panas ekstrem yang berpeluang terjadi di Arab Saudi selama musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.