Zelensky Sebut Kesepakatan Mineral Ukraina-AS 'Benar-benar Setara'

Jumat, 02 Mei 2025, 16:00 WIB

KYIV - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan pada Kamis (1/5) bahwa kesepakatan mineral penting dengan Amerika Serikat menawarkan manfaat yang "setara" bagi kedua belah pihak meski kesepakatan itu tidak menawarkan jaminan keamanan konkret bagi Kyiv.

Russia kemudian melancarkan serangan pesawat tak berawak berskala besar terhadap kota industri pusat Zaporizhzhia, menghancurkan bangunan perumahan era Soviet, dan melukai 14 orang setelah Zelensky mendesak sekutu untuk meningkatkan tekanan pada Moskow agar mengakhiri invasinya.

Ket. Foto: Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di sela-sela pemakaman Paus Fransiskus di Basilika Santo Petrus, Vatikan. — Sumber: AFP/Kemlu Ukraina

Perjanjian yang memakan waktu berbulan-bulan untuk dinegosiasikan, akan melihat Washington dan Kyiv bersama-sama mengembangkan dan berinvestasi dalam sumber daya mineral penting Ukraina.

Kesepakatan itu "berubah secara signifikan" selama negosiasi, kata Zelensky dalam sebuah pidato.

"Sekarang, ini adalah kesepakatan yang benar-benar setara yang menciptakan peluang bagi investasi yang cukup signifikan di Ukraina."

"Tidak ada utang dalam kesepakatan itu, dan suatu dana -- dana pemulihan -- akan dibuat yang akan diinvestasikan di Ukraina dan menghasilkan uang di sini," tambahnya.

Kyiv dan Washington berencana menandatangani perjanjian tersebut pada bulan Februari, tetapi perselisihan antara Presiden AS Donald Trump dan Zelensky di Gedung Putih menggagalkan pembicaraan tersebut.

Ukraina berharap kesepakatan itu akan membuka jalan bagi Amerika Serikat untuk memberikan jaminan keamanan karena berupaya melindungi diri dari serangan Russia di masa mendatang menyusul invasi Moskow.

Perjanjian tersebut masih perlu diratifikasi oleh parlemen Ukraina.

Trump awalnya menggambarkan pengaturan itu sebagai "pengembalian uang" atas bantuan masa perang yang diterima Ukraina di bawah pendahulunya Joe Biden.

Ukraina mengatakan perjanjian tersebut tidak terkait dengan "utang" masa lalu, dan pejabat AS menekankan bahwa perjanjian tersebut menandakan dukungan AS terhadap Ukraina.

Diam dan Bernegosiasi

Berdasarkan kesepakatan tersebut, Ukraina dan Amerika Serikat akan membentuk Dana Investasi Rekonstruksi bersama.

Keuntungan dari perjanjian tersebut akan diinvestasikan secara eksklusif di Ukraina selama 10 tahun pertama, setelah itu keuntungan "dapat didistribusikan di antara para mitra", kata Kyiv.

Perjanjian baru tersebut tidak memberikan komitmen keamanan spesifik apa pun bagi AS, tetapi Washington berpendapat bahwa peningkatan kepentingan bisnisnya di Ukraina akan membantu menghalangi RusSia.

Moskow terus melancarkan serangan terhadap Ukraina tanpa henti, meskipun Trump berupaya menengahi gencatan senjata.

Zelensky mengatakan sekutu Ukraina harus meningkatkan "tekanan pada Russia untuk memaksanya diam dan bernegosiasi" beberapa jam setelah kesepakatan disetujui dan Russia melancarkan serangan udara mematikan di seluruh negeri.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan kepada AFP pada hari Kamis, setelah pembicaraan Washington dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Uni Eropa sedang mempersiapkan sanksi putaran ke-17 terhadap Russia, seraya menyebut Presiden Vladimir Putin sebagai "satu-satunya hambatan" bagi perdamaian di Ukraina.

Sekelompok senator AS kedua partai yang dipimpin Lindsey Graham dari Partai Republik dan Richard Blumenthal dari Partai Demokrat juga bulan lalu mengusulkan undang-undang yang akan menjatuhkan sanksi pada negara-negara yang bersahabat dengan Moskow jika negara itu mengganggu upaya untuk mengakhiri perang.

Meski ada upaya diplomatik untuk mengakhiri perang yang diluncurkan oleh Kremlin lebih dari tiga tahun lalu, Rusia menolak gencatan senjata 30 hari yang diusulkan oleh Amerika Serikat dan Ukraina pada bulan Maret, menuntut penghentian bantuan militer Barat untuk Kyiv.

Amerika Serikat memperingatkan minggu ini akan menjadi "penting" dalam menentukan apakah mereka akan meninggalkan upaya untuk menengahi berakhirnya konflik.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan dia "optimistis" dapat mengamankan penghentian pertempuran tetapi mengatakan pada akhirnya hal itu akan tergantung pada Kyiv dan Moskow.

"Mereka adalah orang-orang yang harus mengambil langkah terakhir," katanya dalam komentar yang disiarkan di Fox News.

Dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada kemungkinan Amerika Serikat bisa saja meninggalkan proses perdamaian mengingat "kita punya begitu banyak -- dan saya berpendapat -- isu yang jauh lebih penting yang sedang berlangsung di seluruh dunia."

"Saya akan mengatakan apa yang terjadi dengan Tiongkok lebih penting dalam jangka panjang bagi masa depan dunia," katanya pada hari Kamis di Fox News.

Putin telah mengumumkan gencatan senjata kejutan selama tiga hari mulai 8-10 Mei, bertepatan dengan perayaan besar-besaran Moskow untuk menandai peringatan 80 tahun Hari Kemenangan Perang Dunia II.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP, Lili Lestari

Berita Terbaru

Perusahaan Milik Kampus UGM Go Public! Target IPO Capai Rp45 Miliar

Tinjau Karhutla Kalsel, Menhut Raja Antoni: Api Sudah Tak Terlihat, tapi Gambut Masih Berasap.

Dalang Karhutla Diburu! Komisi III DPR Apresiasi Langkah Tegas Polri

Coco Gauff Juara Cincinnati Open untuk Kedua Kalinya, Masuk Klub Elite WTA

Gratis dan Siaga 24 Jam! Pertamina Buka Posko Medis bagi Warga Manggarai NTT

Formula 1: Norris Menangi GP Belanda, Verstappen Kecelakaan di Depan Pendukung Sendiri

TNI AU Gerak Cepat! 6 Pesawat Bawa Bantuan Kemanusiaan ke NTT dan Kalimantan

Liga Inggris: Manchester City Menang Dramatis di Awal Era Maresca, Liverpool Selamat dari Kekalahan

Terungkap! Kebakaran Rumah di Tebet Diduga Dipicu Mesin Fotokopi

Serie A: Amorim Buka Era Baru dengan Kemenangan, Milan Tundukkan Torino; Juventus Menang Tipis atas Frosinone

Karhutla Meluas, Gubernur Kalsel Desak Masyarakat Lindungi Diri dari Paparan Asap

La Liga: Barcelona Pesta Gol di Kandang Elche, Atletico Madrid Selamat dari Kekalahan

Kementerian Kebudayaan akan revitalisasi situs budaya di Malut

Mengerikan Tragedi Kebakaran Rumah di Tebet, 4 Orang Tewas

Arthur Fils Juara Cincinnati Masters 1000, Tekuk Tiafoe dalam Final Bersejarah

Presiden Prabowo Pimpin Ratas di Hambalang, Bahas Karhutla dan Dampak Bencana NTT.

Kodaeral XIII Gelar Lomba Speedboat di Tarakan, Dorong Potensi Kemaritiman Kaltara.

Takdir Geografis Gambia, Negara Terkecil Afrika yang Terjepit Senegal

Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Munafri Arifuddin Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan.

Tips Mengelola Bisnis Kos-Kosan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.