Mengenal Upacara Seba Badui: Syukur Panen dan Silaturahmi dengan Pemimpin

Jumat, 02 Mei 2025, 18:30 WIB

LEBAK - Ribuan masyarakat Badui Dalam dan Badui Luar memadati Pendopo Pemerintah Kabupaten Lebak, Jumat (2/5/2025) untuk melaksanakan upacara Seba. Tradisi turun-temurun ini merupakan wujud syukur atas hasil panen melimpah selama setahun, sekaligus ajang silaturahmi dengan kepala daerah.

Dalam balutan busana adat, warga Badui Dalam tampak mengenakan pakaian dan ikat kepala serba putih, melambangkan kesucian. Sementara itu, warga Badui Luar hadir dengan pakaian hitam dan ikat kepala biru, menandakan keterbukaan mereka terhadap pengaruh luar.

Ket. Foto: Upacara Seba Badui selalu ramai dirayakan oleh masyarakat adatnya. Upacara ini adalah wujud ungkapan syukur dan kesempatan untuk bersilahturahmi dengan pemimpin. — Sumber: ANTARA/YDS

Ketua Seba Masyarakat Badui, Jamal, menjelaskan bahwa ritual Seba ini adalah amanat leluhur yang wajib dilaksanakan sebagai bentuk silaturahmi dengan pemimpin daerah. Sebanyak 1.760 warga Badui mengikuti Seba Gede (Seba Besar) tahun ini, jumlah yang lebih banyak dibandingkan Seba Leutik (Seba Kecil) tahun sebelumnya yang diikuti sekitar 1.000 orang.

Upacara sakral yang dimulai pukul 20.00 WIB ini dihadiri oleh Bupati Lebak Mochamad Hasbi Asyidiki beserta jajaran Muspida setempat. Masyarakat Badui membawa persembahan berupa hasil bumi seperti pisang, beras, tepung laksa, ja'at, iris, madu, dan gula aren sebagai ungkapan rasa syukur atas berkah alam yang mereka terima.

Tradisi Seba telah dilaksanakan sejak zaman Kesultanan Banten. Masyarakat Badui meyakini bahwa tidak melaksanakan Seba dapat mendatangkan malapetaka atau bencana alam.

Selain ungkapan syukur, dalam Seba kali ini, warga Badui berharap masyarakat dan pemimpin di Kabupaten Lebak selalu diberikan kesehatan dan kesejahteraan. Mereka juga menyampaikan aspirasi agar pemerintah memperbaiki infrastruktur jalan menuju wilayah Badui demi meningkatkan akses ekonomi.

Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menyambut baik kehadiran masyarakat Badui dalam upacara Seba ini. "Kami sangat melestarikan budaya masyarakat Badui dengan melakukan upacara Seba sebagai ikon Lebak," ujarnya.

Upacara Seba bukan hanya sekadar ritual, tetapi juga representasi kekayaan budaya dan kearifan lokal masyarakat Badui yang terus dijaga dan dilestarikan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Yuniar Dwi Setiawati

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.