Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPS Ungkap Biang Kerok Inflasi April 2025: Emas Perhiasan Naik Terus

📅 Jumat, 02 Mei 2025, 12:56 WIB | Oleh:
BPS Ungkap Biang Kerok Inflasi April 2025: Emas Perhiasan Naik Terus Doc: ANTARA/YDS
Ket. Ternyata, biang lonjakan inflasi pasca lebaran April 2025 adalah emas. Bukan emas batangan, tetapi emas perhiasan.

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya tekanan inflasi pada April 2025, di mana salah satu penyumbang signifikan adalah lonjakan harga perhiasan emas. Komoditas ini mencatatkan inflasi sebesar 10,52 persen, dan memberikan andil inflasi sebesar 0,16 persen secara keseluruhan.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (2/5), mengungkapkan bahwa kenaikan harga emas perhiasan menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi angka inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. "Inflasi komoditas emas perhiasan ini cukup tinggi dan memberikan kontribusi terhadap inflasi secara umum," ujarnya.

Lebih lanjut, Pudji menjelaskan bahwa kenaikan harga emas perhiasan ini bukan merupakan fenomena baru. Bahkan, tingkat inflasi emas perhiasan pada April 2025 menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 20 bulan terakhir secara berturut-turut.

"Meningkatnya inflasi emas perhiasan ini terjadi seiring dengan tren kenaikan harga emas di pasar global," ungkap Pudji. Faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi harga emas dunia turut berdampak pada harga perhiasan emas di tingkat domestik, yang kemudian tercermin dalam angka inflasi bulanan.

Meskipun demikian, BPS juga mencatat bahwa penyumbang inflasi terbesar pada April 2025 berasal dari kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, terutama disebabkan oleh normalisasi tarif listrik pascabayar setelah periode diskon. Namun, inflasi pada komoditas emas perhiasan tetap menjadi perhatian karena mencatatkan kenaikan yang signifikan dan berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.