Pendaki Hilang, Balai Taman Nasional Manusela Tutup Sementara Wisata Pendakian Gunung Binaiya di Maluku

Selasa, 29 Apr 2025, 13:47 WIB

AMBON - Balai Taman Nasional (TN) Manusela menutup sementara aktivitas wisata pendakian Gunung Binaiya, di Maluku, menyusul hilangnya seorang pendaki di jalur Nasapeha.

“Keputusan ini diambil untuk menjamin kenyamanan dan keselamatan pengunjung lain selama proses pencarian berlangsung,” kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala Balai TN Manusela Seto Purwanto, di Ambon, Maluku, Selasa (29/4).

Ket. Foto: Gunung Binaiya — Sumber: antara foto

Dalam pengumuman resmi bernomor PG.31/T.48/TU/UM/4/2025 yang dirilis Senin (28/4), disebutkan bahwa penutupan berlaku mulai 29 April hingga 11 Mei 2025. Selama periode ini, seluruh aktivitas pendakian ke Gunung Binaiya melalui jalur resmi akan dihentikan sementara.

Kebijakan tersebut diambil setelah adanya laporan hilangnya seorang pendaki bernama Firdaus Ahmad Fauji (27), yang terakhir terlihat pada Sabtu, 26 April 2025. Firdaus dilaporkan terpisah dari rombongan saat melakukan pendakian melalui jalur Nasapeha menuju puncak Gunung Binaiya.

Hingga kini, tim gabungan dari Polisi Kehutanan, Basarnas, masyarakat lokal, serta relawan masih melakukan pencarian secara intensif di sekitar jalur pendakian dan kawasan hutan.

Penutupan ini mendapat dukungan dari komunitas pegiat alam dan pendaki, yang menilai keselamatan harus menjadi prioritas utama. Balai TN Manusela juga mengimbau calon pendaki untuk menunda perjalanan hingga situasi dinyatakan aman dan jalur resmi kembali dibuka.

Masyarakat diminta untuk terus mengikuti informasi resmi guna menghindari penyebaran kabar tidak benar terkait proses pencarian dan kondisi Gunung Binaiya.

Gunung Binaiya merupakan titik tertinggi di Provinsi Maluku dan menjadi bagian dari Taman Nasional Manusela. Gunung ini dikenal sebagai salah satu destinasi favorit bagi pendaki karena keindahan alamnya, namun medannya yang berat dan cuaca ekstrem kerap menjadi tantangan tersendiri.

Gunung Binaiya yang menjulang setinggi 3.027 meter di atas permukaan laut (MDPL) bukan hanya menjadi incaran para pendaki karena statusnya sebagai titik tertinggi di Kepulauan Maluku, tetapi juga karena keanekaragaman hayatinya yang luar biasa. Kawasan ini juga merupakan rumah bagi flora dan fauna endemik yang hanya bisa ditemukan di Pulau Seram.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

Koperasi Harus Bangkit! Fokus Kembangkan Bisnis Jadi Kunci Kemajuan

Jember Pecahkan Rekor MURI Lagi! 867 Ancak dan Gunungan Suwar-Suwir Jadi Sorotan

Film "Oki & Nirmala", bawa Kembali Kenangan Pembaca Majalah Bobo ke Negeri Dongeng

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.