Kerusakan Mesin Terminal Parkir Elektronik Tak Dapat Diperbaiki

Selasa, 29 Apr 2025, 01:05 WIB

JAKARTA – Kasus mesin Terminal Parkir Elektronik (TPE) mesti menjadi pelajaran pengadaan barang. Sebab TPE adalah produk impor, tapi tak ada suku cadang, sehingga ketika rusak, tak dapat diperbaiki.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jakarta mengakui kesulitan mendapatkan suku cadang (sparepart) untuk memperbaiki mesin TPE yang rusak di sejumlah ruas jalan. Mesin-mesin tersebut diimpor dari Swedia. Sementara itu,kerja sama dengan penyedia (Agen Tunggal Pemegang Merk/ATPM) tidak berlanjut sejak 2016.

Ket. Foto: Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta saat dijumpai di Balai Kota Jakarta, Senin (28/4). — Sumber: ANTARA/Lifia Mawaddah Putri

“Dengan demikian, sejak kerja sama berhenti, dishub kesulitan dengan suku cadangnya,” kata Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo di Jakarta, Senin. Dia menanggapi pernyataan anggota Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD Jakarta, Francine Widjojo. Francine eminta Dishub Jakarta bertanggung jawab atas kerusakan mesin parkir.

Maka,dia mengupayakan mengganti mesin-mesin TPE yang rusak dengan mesin baru yang berbasis komponen dalam negeri. Harapannya, tidak menimbulkan ketergantungan pada barang impor untuk ke depannya.

Hingga kini, kata Syafrin, dishub sudah melakukan uji coba mesin parkir elektronik itu di Jalan Sabang dan Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat. “Itu cukup bagus dan alatnya responsif. Ini kami harap bisa mengganti 200 mesin di Jakarta,” jelas Syafrin.

Sebelumnya, anggota Panitia Khusus (Pansus) Perparkiran DPRD Jakarta Francine Widjojo minta Dishub Jakarta bertanggung jawab atas kerusakan mesin TPE di sejumlah ruas jalan karena peralatan itu dibeli dari uang rakyat. “Apakah tidak ada pemeliharaan, perawatan, dan perbaikan,” tanya Francine.

Francine menyatakan, berdasarkan keterangan Unit Pengelola (UP) Perparkiran Dishub Jakarta, diketahui bahwa lebih dari setengah mesin parkir elektronik rusak. Dia menyebut, TPE yang rusak 137 dari 201 mesin. Ini angka yang luar biasa besar.

Francine mengaku heran ketika parkir di ruas jalan yang terpasang mesin TPE karena tidak pernah diminta menggunakan mesin oleh para petugas parkir. Bahkan, Francine, dikenai tarif yang tidak semestinya oleh para petugas yang berusaha mengubah-ubah durasi parkirnya agar ongkosnya bisa menjadi lebih mahal.

“Di Sabang, setahu saya ada mesin TPE. Tapi sampai saat ini saya belum pernah diminta untuk menggunakan TPE itu oleh juru parkirnya,” ucapnya.

Survei Tempuh

Dalam kesempan tersebut, Syafrin juga mengungkap bahwa Dishub tengah melakukan survei waktu tempuh rute Transjabodetabek dari Blok M ke Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Tujuannya, untuk meratakan jangkauan layanan transportasi publik.

“Survei untuk memastikan waktu tempuh dari kawasan PIK 2 ke destinasi Blok M,” kata Syafrin Liputo. Menurutnya, Pemerintah Provinsi koordinasi dengan pengelola kawasan sudah mendapatkan persetujuan. Kini dishub masih mitigasi mulai dari waktu tempuh hingga hambatan selama uji coba rute.

Dia berharap dari sini bisa melakukan mitigasi apabila ada hambatan.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka, Antara

Berita Terbaru

Tak Boleh Ada Titipan! Pangdam XIII Pastikan Seleksi Bintara TNI AD Berlangsung Objektif

Terobosan Baru Banten! Gubernur Targetkan Pelayanan Pertanahan Modern

Bayi Terlantar di Ambon Jadi Sorotan, Banyak Warga Berebut Ingin Adopsi

Kecap Asal Bekasi Bikin Bangga! 20 Ton Tembus Pasar Belanda, UMKM Lokal Naik Kelas ke Eropa

Pangeran Harry Mendadak Mundur dari Organisasi Afrika, Ternyata Ada Kontroversi Besar

Polwan Goes to School Bikin Pelajar Manado Tersentak, Ini Pesan Pentingnya

Formula 1: Antonelli Akui Mercedes Tak Lagi Tercepat, McLaren Mulai Mengancam

Viral Rekening Bank Mandiri Rp80,9 Juta Diblokir, DPR Buka Suara

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.