Russia Akui Keterlibatan Pasukan Korut
📅 Senin, 28 Apr 2025, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/GRIGORY SYSOYEV
MOSKWA – Seorang jenderal tertinggi Russia mengkonfirmasi untuk pertama kalinya bahwa negaranya telah mengerahkan pasukan Korea Utara (Korut) dalam perang melawan Ukraina saat ia melaporkan pada Sabtu (26/4)bahwa Moskwa telah mendapatkan kembali kendali penuh atas wilayah Kursk yang sebelumnya diduduki sebagian.
“Saya ingin menunjukkan (rasa terima kasih atas) partisipasi prajurit dari Korut dalam pembebasan wilayah perbatasan wilayah Kursk,” kata Valery Gerasimov, kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Russia, dalam konferensi video dengan Presiden Russia, Vladimir Putin.
Pasukan tersebut memberikan bantuan yang signifikan dalam mengalahkan kelompok penyerang Angkatan Bersenjata Ukraina,” kata Gerasimov, menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Kremlin.
Kyiv melancarkan serangan mendadak di Kursk pada Agustus tahun lalu dan menguasai sekitar 1.300 kilometer persegi wilayah tersebut dalam waktu sekitar dua pekan. Operasi tersebut dilancarkan lebih dari dua tahun setelah Russia melancarkan invasi besar-besaran ke Ukraina pada Februari 2022.
Serangan balik Russia termasuk memobilisasi pasukan Korut untuk bertempur bersama tentaranya.
“Tentara Korut melaksanakan misi tempur bahu-membahu dengan prajurit Russia, menunjukkan profesionalisme tinggi, ketabahan, keberanian, dan kepahlawanan dalam memukul mundur invasi Ukraina,” kata Gerasimov.
“Kekalahan total musuh di wilayah perbatasan Kursk menciptakan kondisi untuk tindakan lebih lanjut yang sukses oleh pasukan kita di sektor penting lainnya di garis depan,” kata Presiden Putin kepada Gerasimov selama konferensi video.
Korut diperkirakan telah mengirim sekitar 14.000 pasukan untuk bertempur dalam perang tersebut sejak Oktober tahun lalu guna mendukung agresi Moskwa, termasuk sekitar 3.000 pasukan tambahan pada tahun ini, menurut pejabat Korsel.
Terkait laporan bahwa Moskwa telah mendapatkan kembali kendali penuh atas wilayah Kursk, militer Ukraina membalas dengan menentang pernyataan Russia bahwa Kursk telah dibebaskan, dan mengatakan bahwa operasi di wilayah tersebut terus berlanjut.
Jenderal Russia mengatakan lebih dari 76.000 tentara Ukraina tewas atau terluka selama operasi di Kursk. KyodoNews/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!