Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menuju Transisi Energi, Sekolah Energi Bersih jilid 3 Diluncurkan di Bengkulu

📅 Senin, 28 Apr 2025, 09:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menuju Transisi Energi, Sekolah Energi Bersih jilid 3 Diluncurkan di Bengkulu Doc: ANTARA
Ket. Kegiatan Sekolah Energi Bersih jilid 3.

BENGKULU - Kanopi Hijau Indonesia berkolaborasi dengan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Bengkulu meluncurkan program Sekolah Energi Bersih jilid 3.

"Sekolah Energi Bersih jilid 3 sebagai ruang edukasi dan aksi nyata menuju transisi energi yang terbarukan, adil, dan berkelanjutan dengan melibatkan generasi muda dan komunitas sebagai aktor utamanya," kata Ketua Kanopi Hijau Indonesia (KHI) Ali Akbar di Bengkulu, Minggu.

Ali Akbar mengatakan program Sekolah Energi Bersih (SEB) adalah bentuk nyata perlawanan terhadap proyek energi kotor PLTU batubara dengan mewujudkan transisi energi melalui dukungan masyarakat.

"Krisis iklim yang melanda planet bumi tidak bisa lagi direspons dengan tindakan yang biasa-biasa saja, harus ada aksi revolusioner dari publik, sekolah energi bersih ini salah satu aksi itu,” kata Ali.

Oleh karena itu, sejak 2018 Kanopi Hijau Indonesia berkolaborasi dengan banyak pihak dan menggalang dukungan masyarakat luas untuk mewujudkan transisi energi berbasis komunitas.

Sebelumnya program SEB telah berhasil menggalang dukungan publik untuk memasang pembangkit energi terbarukan berupa panel surya di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu.

"SEB jilid 2 berhasil memasang pembangkit energi terbarukan gabungan dari panel surya dan turbin angin di SMA Sint Carolus Kota Bengkulu," ujarnya.

Peluncuran SEB jilid 3 dengan tema “Daulat Energi bagi Masyarakat Adat”, kata dia, menandai dimulainya tahapan pendidikan publik tentang energi bersih.

"Selain itu, juga penggalangan dukungan publik melalui donasi untuk pengadaan pembangkit listrik energi bersih serta instalasi pembangkit energi bersih di Pusat Studi AMAN Bengkulu," ucapnya.

Anggota Dewan AMAN Deff Tri Hardianto mengatakan komunitas adat menjadi kelompok yang paling rentan terdampak atas krisis iklim yang saat ini melanda bumi.

Oleh karena itu, AMAN Bengkulu terlibat dalam kolaborasi mewujudkan SEB jilid 3 dengan melibatkan 76 komunitas adat yang ada di Provinsi Bengkulu.

Ia mengatakan pembangkit energi terbarukan yang dipasang Sekretariat AMAN Bengkulu ini akan berfungsi menyediakan listrik bagi pusat pendidikan masyarakat adat di Bengkulu sebagai tempat belajar dan pelestarian adat budaya.

Keberadaan pembangkit itu, kata dia, juga akan mendukung aktivitas 76 komunitas adat dalam pemulihan lingkungan berbasis energi bersih.

Selanjutnya, penerangan yang bersumber dari energi bersih tersebut juga diproyeksikan menjadi laboratorium energi bersih bagi komunitas adat, menjadi contoh dan pusat edukasi transisi energi yang adil berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.