Lestarikan Budaya Lokal, Pemkot Cirebon Manfaatkan Lagu Warung Pojok
Senin, 28 Apr 2025, 19:34 WIBCIREBONÂ - Pemerintah Kota (Pemkot) Cirebon, Jawa Barat, berkomitmen melestarikan budaya lokal melalui pemanfaatan lagu legendaris Warung Pojok, setelah secara resmi menerima hibah karya tersebut dari keluarga almarhum Abdul Adjib yang merupakan pencipta karya tersebut.
âPenyerahan hibah dilakukan dalam gelaran Festival Topeng Cirebon 2025 yang berlangsung di halaman Balai Kota Cirebon, Sabtu (26/4) malam,â kata Wali Kota Cirebon Effendi Edo di Cirebon, Senin (28/4).
Ia menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Abdul Adjib atas kepercayaan yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk merawat dan memanfaatkan karya seni tersebut.
Edo mengatakan lagu tersebut akan diperdengarkan otomatis saat lampu lalu lintas berwarna merah di sejumlah titik persimpangan di Kota Cirebon.
"Lagu Warung Pojok ini akan kita manfaatkan sebaik mungkin. Nantinya lagu ini akan diputar di seluruh lampu merah di Kota Cirebon," katanya.
Menurut dia, langkah ini bertujuan untuk memperkenalkan, sekaligus melestarikan karya budaya Cirebon, kepada masyarakat maupun wisatawan yang berkunjung.
Selain di lampu merah, Edo menyebutkan lagu Warung Pojok juga akan diputar di hotel, restoran, serta berbagai ruang publik lainnya di Kota Cirebon. "Dengan begitu, nuansa budaya lokal akan lebih terasa dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat," ujarnya.
Dia mengungkapkan Warung Pojok merupakan lagu yang kental dengan suasana khas Cirebon dan memiliki nilai historis tinggi, yang selama ini menjadi bagian dari identitas budaya daerah.
Adapun lagu tersebut, kata dia, sempat populer pada 1970-an dengan lirik yang menggambarkan suasana sebuah warung kecil di pojok jalan yang terkenal karena kelezatan makanannya dan keramahan pelayannya.
Dia mengatakan lirik yang jenaka dan penuh sindiran halus itu, mencerminkan kehidupan sosial masyarakat di Cirebon. ?
âPenyerahan hibah dilakukan oleh perwakilan keluarga almarhum Abdul Adjib dan disaksikan para tamu undangan serta masyarakat yang memadati Festival Topeng Cirebon 2025,â katanya.
Lebih lanjut Edo memastikan pelaksanaan festival tersebut berlangsung meriah dengan menampilkan pentas maestro tari topeng yang menjadi ikon budaya Cirebon.
âBeberapa maestro yang tampil antara lain Nani Kadmini, Nuranani, Inu Kertapati, Baedah, Aerli Rasinah, dan Waryo Sela,â ucap dia. Ant
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Pemprov Kaltim Uji Ketahanan Jembatan Mahakam Ulu Usai Ditabrak Tongkang Tiga Kali
-
Pusat Budaya Turki Akan Hadir di DIY, Perkuat Jalinan Dua Peradaban
-
"Thetek Melek" Ritual Masyarakat Adat Pacitan untuk Menjaga Harmoni Alam
-
Tosan Aji sebagai Warisan Budaya, Sleman Dorong Pelestarian dan Regenerasi Empu
-
Indahnya Ramadan: Koramil 1710-07/Mapurujaya Bagikan Takjil Gratis untuk Masyarakat
-
Generali Indonesia Hadirkan GEN QuickDischarge, Layanan Proses Administrasi Pasca Rawat Inap Instan.
-
OMC untuk Mendukung Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.