Atasi Konflik Hewan dengan Manusia, Gubernur Lampung Akan Petakan Kasus Perambahan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Minggu, 27 Apr 2025, 18:25 WIBBANDARLAMPUNG - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyatakan segera memetakan serta menginventarisasi kasus perambahan hutan konservasi di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Kecamatan Suoh, Kabupaten Lampung Barat. Langkah ini sebagai upaya mengatasi konflik satwa dengan manusia.
âPemerintah Provinsi Lampung kali ini mendampingi pemerintah pusat dalam penanganan kasus perambahan di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) terutama di Kecamatan Suoh,â ujar Rahmat Mirzani Djausal di Lampung Barat, Minggu (27/4).
Ia mengatakan pihaknya telah mendapatkan data secara lengkap terkait masalah konflik satwa dan manusia yang terjadi akibat perambahan besar-besaran yang terjadi beberapa waktu ini.
âKita segera inventarisasi dan memetakan mengenai kasus perambahan di wilayah hutan konservasi di TNBBS. Sebab di sini ada masyarakat yang sebenarnya sudah ada sejak ratusan tahun dan ada juga yang baru datang lalu merambah, jadi akan di dipetakan dahulu,â katanya.
Dia menjelaskan pemerintah daerah beserta pihak terkait segera melakukan penanganan terkait perambahan hutan konservasi ini agar tidak semakin meluas. âKami segera tangani agar tidak semakin luas, sebab perambah ini tidak semua dari Kecamatan Suoh, ada yang dari luar dan kita akan selesaikan ini dengan humanis,â ucap dia.
Tanggapan terkait perambahan hutan konservasi dikatakan oleh salah seorang warga Pekon Gunung Ratu, Kasan.
âPada dasarnya kami setuju atas kebijakan dan pertimbangan penanganan dari pemerintah mengenai konflik antara satwa dan manusia di wilayah Suoh TNBBS. Sebab kami sadar imbas yang terjadi nanti,â ujar Kasan.
Ia mengharapkan pemerintah bisa mencari solusi yang manusiawi, tidak mencederai hak hidup dan hak asasi manusia, dan tetap mendukung konservasi satwa.
âKami masyarakat yang sudah ada puluhan tahun bahkan ratusan tahun di sini dan memiliki ketergantungan hidup, bukan memperkaya diri. Maka harus ada pembenahan agar konflik manusia dengan hewan ini bisa cepat teratasi,â ujarnya.
- Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal
- Perambahan hutan
- Hutan Konservasi Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.