Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar UGM: Pengelolaan Lobster di RI Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

📅 Jumat, 25 Apr 2025, 22:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar UGM: Pengelolaan Lobster di RI Perlu Kolaborasi Lintas Sektor Doc: ANTARA 
Ket. Ilustrasi: Pekerja memperlihatkan lobster siap kirim di Morotai, Maluku Utara, Selasa (8/10/2019).

YOGYAKARTA – Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof Suadi, menyebut keberhasilan pengelolaan lobster di Indonesia hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah hingga masyarakat pesisir.

"Keberhasilan pengelolaan lobster hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, akademisi, hingga masyarakat pesisir," ujar Suadi dalam keterangannya di Yogyakarta, Jumat (25/4).

Kesimpulan itu disampaikan Suadi mengacu pada temuan dari sebuah penelitian yang diterbitkan di Jurnal Quartil 1 (Q1) Marine Policy pada Agustus 2024.

Dalam penelitian tersebut, Suadi bersama tim peneliti lintas disiplin melakukan analisis mendalam tentang dinamika kebijakan pengelolaan benih lobster (Puerulus) dan tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menjaga keberlanjutan populasi lobster di alam.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa meskipun Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat budidaya lobster dunia, kebijakan yang tidak konsisten dan tidak melibatkan semua pihak terkait justru memperburuk kondisi ekosistem lobster.

Salah satu kebijakan yang dianggap kurang efektif, menurut Suadi, adalah pelarangan ekspor benih lobster yang diberlakukan sejak 2015.

Kebijakan tersebut meskipun bertujuan mulia untuk melindungi populasi lobster di alam dan mendukung budidaya lokal, ternyata tidak diiringi dengan pengembangan infrastruktur, teknologi, dan kapasitas kelembagaan yang memadai.

Akibatnya, Suadi menuturkan kebijakan pelarangan ekspor malah melahirkan dampak tak terduga, seperti lonjakan penyelundupan benih lobster ke luar negeri.

Data yang diperoleh dari penelitian menunjukkan bahwa nilai kerugian negara akibat penyelundupan benih lobster bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun per tahun.

Praktik ilegal tersebut memanfaatkan celah hukum, lemahnya pengawasan, serta jaringan perdagangan lintas negara yang sudah terbentuk sejak lama.

Penelitian itu, menurut dia, berdasar wawancara mendalam dengan nelayan, pengepul, serta perwakilan perusahaan ekspor, yang semuanya memberikan pandangan mengenai dampak kebijakan terhadap praktik sehari-hari mereka.

Dalam studi tersebut juga ditemukan bahwa penyelundupan benih lobster sering terjadi dengan cara yang sangat tersembunyi, bahkan ada yang dibawa melalui koper penumpang pesawat dengan dikamuflase sebagai barang pribadi untuk menghindari pemeriksaan.

Karena itu, Suadi mengusulkan sebuah pendekatan yang lebih holistik yang tidak hanya mengandalkan kebijakan yang bersifat larangan, tetapi juga mencakup berbagai upaya yang melibatkan banyak pihak.

Menurut dia, pemerintah sebaiknya tidak sekadar berperan sebagai pengawas, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendukung nelayan untuk beralih dari praktik tangkap ke budidaya lobster yang berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.