Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Sebut Sumbar Perlu Alasan Kuat Usulkan DI Minangkabau

📅 Kamis, 24 Apr 2025, 17:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pakar Sebut Sumbar Perlu Alasan Kuat Usulkan DI Minangkabau Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Foto udara Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al-Minangkabawi yang merupakan salah satu ikon Provinsi Sumbar.

Padang - Pengamat politik dari Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat (Sumbar), Prof Asrinaldi mengatakan Ranah Minang harus mempunyai alasan khusus apabila ingin mengusulkan Daerah Istimewa (DI) Minangkabau ke pemerintah pusat.

"Harus ada alasan khusus dari Sumatera Barat untuk mengatakan bahwa kita ini memang istimewa," kata pengamat politik dari Unand, Provinsi Sumbar Prof Asrinaldi di Padang, Kamis (24/4).

Apabila Sumbar menjadikan adat, budaya atau sistem kekerabatan matrilineal yang dipakai di Ranah Minang sebagai pertimbangan DIM, Asrinaldi menilai hal tersebut belum cukup kuat.

Sebab, menurut dia, semua daerah di Indonesia juga mempunyai kekuatan adat serta budaya yang unik bahkan khas dimiliki provinsi lain.

Apalagi, kata dia, dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2022 tentang Provinsi Sumatera Barat khususnya Pasal 5 huruf C sudah menjelaskan terkait keistimewaan Sumbar terutama perihal "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" (ABS SBK).

Terkait pertimbangan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) bahwa Provinsi Sumbar pernah menjadi Ibu Kota Negara tepatnya di Kota Bukittinggi pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) tahun 1948 yang dipimpin Sjafruddin Prawiranegara, Asrinaldi hal itu bisa saja menjadi pertimbangan, namun masih membutuhkan kajian akademis.

"Kalau alasannya dulu kita pernah menjadi Ibu Kota Negara pada masa PDRI, saya kira bisa, namun butuh kajian lebih komprehensif," ujarnya.

Sebab, penulis buku berjudul "Kekuatan-Kekuatan Politik di Indonesia" tersebut menilai selama ini atau setiap tahunnya ketika peringatan Hari Bela Negara juga tidak ada keistimewaan yang ditunjukkan pemerintah pusat.

Oleh karena itu, kata dia, jika Sumbar tetap ingin mengusulkan Daerah Istimewa Minangkabau maka membutuhkan riset serta pelibatan para sejarawan.

Secara terpisah, Ketua LKAAM Provinsi Sumbar Fauzi Bahar mengatakan terdapat beberapa alasan kuat untuk mengajukan DI Minangkabau ke pemerintah pusat, di antaranya sistem kekerabatan matrilineal atau garis keturunan dari pihak ibu yang dianut masyarakat Minangkabau menjadi sebuah keistimewaan tersendiri.

Kemudian, dari sisi historis, Tanah Minangkabau memiliki keterikatan yang kuat dengan sejarah kemerdekaan Indonesia. Selain Wakil Presiden pertama yang berasal dari Sumbar, Kota Bukittinggi juga pernah tercatat sebagai Ibu Kota Negara yang dipimpin Mr. Sjafruddin Prawiranegara pada masa PDRI.

Purnawirawan TNI AL tersebut menyampaikan LKAAM bersama pihak terkait sedang menyusun atau berencana mengusulkan DI Minangkabau kepada pemerintah pusat.

Menurut dia, langkah tersebut dinilai tepat mengingat historis dan keunikan yang dimiliki Tanah Minangkabau.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah thats right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin: Ekspor Mainan Indonesia Naik 8,2 Persen

30 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
Kemenperin: Ekspor Mainan I...
Nasional
2.000 Siswa SMK Bakal Magan...
Advertisement
Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

Final FIFA Asean Cup 2026 Indonesia vs Thailand: Skuad Garuda Unggul Produktivitas, Gajah Perang Andalkan Pengalaman

05 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.